Wabah Corona dan Opsi Solutif Pemprov Maluku

Oleh : Amirudin Dawan

Akhir akhir ini Wabah virus corona (Covid-19) cukup mendapat ekspos media yang luar biasa, Kasus ini cukup menyita perhatian publik, sehingga isu yang saat ini sangat seksi (jadi sorotan) adalah Covid-19. hampir semua media massa memberitakan betapa parahnya virus ini, bahkan menjadikannya headline. Saat ini jika kita mengakses media sosial, hampir semua informasi yang bersliweran diinternet semua serba corona.

Di Indonesia sendiri, kasus ini mengalami tren peningkatan yang cukup signifikan, per rabu 25 Maret kasus yang sudah terkonfirmasi mencapai 790 Pasien yang Positif, dengan detail 58 diantaranya meninggal dan 31 Sembuh. Data ini belum termasuk ODP (Orang dalam pemantauan) dan PDP (Pasien dengan Pengawasan). Kondisi ini jadi alarm untuk pemerintah mengambil langkah taktis dan cepat, sebab kelihatannya penanganan Corona (Covid-19) oleh pemerintah Pusat terkesan kurang responsif (tanggap) tapi reaktif (Panik, Lambat dan Santai).

Berdasarkan data yang ada, semua kasus Corona tersebar rata di selurruh indonesia, sekitar 17 Provinsi dan Maluku Salah satunya, dengan adanya 1 Kasus pasien Positif , Maluku sudah ditetapkan statusnya Siap Siaga dan KLB Corona. Hal ini diperparah dengan data jumlah ODP dan PDP di Maluku yang mengalami peningkatan, ini artinya langkah pencegahan dan penanganannya harus lebih serius.

Langkah provinsi Maluku dalam percepatan penanganan corona pun perlu diapresasi, dengan sudah mengeluarkan surat edaran gubernur. Namun, Pemprov harus tetap menindaklanjui dengan terus berkordinasi untuk langkah lebih lanjut, bila perlu ambil langkah tegas. terkait penanganan Corona. Pemprov Maluku juga perlu mencontoh Ketegasan Pemprov DKI Jakarta dalam penanganan Corona.

Untuk itu, adapun opsi langkah solutif yang bisa dilakukan pemprov Maluku yaitu, pertama,. Bentuk tim Satgas patroli yang tugasnya membubarkan warga yang masih berkumpul atau nongkrong diluar, mengapa opsi ini perlu dipertimbangkan mengingat karakter orang maluku yang Kapala malawang (Keras Kepala), tidak cukup hanya himbauan, perlu ada tindakan tegas, bila perlu tindak yang masih berkeliaran!

Kedua, tutup Mall/ Pusat perbelanjaan, tempat rekreasi dan Kafe/ Rumah Kopi. Sebab masih meskipun sudah ada himbauan untuk dirumah aja, tetap saja masih banyak yang Nongkrong di Warkop dan Cafe2.

Ketiga sediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer di semua fasilitaš publik (Pasar, kantor dll), Keempat, Lockdown Pelabuhan dan Bandara, batasi untuk penumpang, buka akses hanya untuk pasokan logistic (sembako), obat-obatan/APD serta BBM.

Mengapa opsi lockdown perlu dipertimbangkan, mengingat meskipun sudah ada himbauan untuk tidak bepergian, masih banyak warga yang melintas dengan kapal laut, ini tentu beresiko terhadap peningkatan jumlah orang yang tertular, Pasien Positif dan juga ODP. Langkah ini sudah Contohkan oleh Pemprov Papua dengan Menutup Akses Pelayaran dan Penerbangan.

Selanjutkan Melakukan tracking (Pelacakan) terhadap orang-orang yang beresiko (ODP dll) jangan sampai pemprov kecolongan seperti beberapa hari lalu, salah satu ODP hadir dalam konferensi pers (keramaian).

Terakhir, perlu kirannya Gubernur menginstruksikan kepada kepala daerah agar mengarahkan puskesmas dan desa melakukan Sosialisasi secara Massif dan terstruktur serta Memasang Spanduk Himbauan Corona tiap desa.

Masyarakat juga berharap kepada pak gubernur yang mempunyai akses dan kemampuan lobi ke pusat agar mendesak terkait penambahan Sarana Rumah Sakit Rujukan Corona dan ketersedian APD di Maluku. Gubernur juga perlu mempertimbangkan opsi Lockdown sepenuhnya, jika Pasien positif bertambah, Sebab dengan Kondisi darurat saat ini pertimbangan Keselamatan warga diatas segalanya, dibanding pertimbangan ekonomi dll.

Pada akhirnya kita semua berharap pada kebijakan pemerintah dan kesadaran warga. sekedar catatan, laju kasus korona di Wuhan bisa ditekan dan dikurangi dalam kurun waktu singkat itu karena kesadaran dan keikhlasan warga wuhan dalam mematuhi arahan dan himbauan pemerintah. Untuk itu Upaya pencegahan dan penangan Corona perlu kerjasama antara Pemerintah dan warganya.

Kesadaran warga yang tinggi merupakan kunci sukses menekan ganasnya Corona. terakhir, Bumi Maluku tidak boleh kalah dengan virus !

Penulis :
Staf Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Buru, Pengurus Bakornas LKMI PB HMI

Pos terkait