Gubernur Maluku Terapkan Strategi Pembatasan Sosial Berskala Regional

Gubernur Maluku, Murad Ismail
Gubernur Maluku, Murad Ismail

Upaya Putuskan Penyebaran Covid-19

Ambon, Malukupost.com – Gubernur Maluku, Murad Ismail akhirnya memutuskan menerapkan strategi Pembatasan Sosial Berskala Regional (PSBR) untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di Maluku. Keputusan ini diambilnya setelah menimbang saran yang disampaikan DPRD Provinsi Maluku, maupun saran lainnya dari sejumlah pihak.

Menurut Murad, dari pemikiran dan saran yang muncul saat rapat antara DPRD Maluku dengan Pemprov kemarin, Sekda Kasrul Selang telah melaporkan kepada bahwa, saran Dewan maupun saran lainnya adalah untuk menetapkan kebijakan Lockdown. Bahkan dirinya telah melaksanakan rapat terbatas bersama Kapolda Maluku, Pangdam XVI Pattimura, Ketua DPRD Provinsi Maluku, dan OPD terkait lainnya perihal penanganan Covid-19.

“Kita belum sampai kesitu, tidak ada lock down, begitu juga dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) itu dari pusat, tapi kalau regional ini kebijakan saja dari daerah, akhirnya saya mengambil keputusan kita tidak Lockdown, namun kita mengambil keputusan strategi Pembatasan Sosial Berskala Regional,” katanya

“Semua maskapai penerbangan saya sudah menyurat, kalau bisa penerbangan dibatasi, mungkin tiga hari sekali baru ada penerbangan, begitu juga pelni,”katanya lagi.

Murad katakan, untuk menutup atau lock down pintu masuk ke daerah, maka harus ada persetujuan dari pemerintah pusat.

“Penerapan PSBB, akan ada rapat yang dipimpin Sekda Maluku untuk membicarakan mekanisme teknisnya. Setelah itu baru dipanggil Forkopimda, Kapolda dan Pangdam apakah mereka setuju atau tidak. Pokoknya tidak lama, besok atau lusa kita laksanakan ini,” .

Murad menambahkan, semua kapal telah naik dok, terakhir hanya di tanggal 19 April, sementara untuk penumpang yang masuk dari Bandar Udara (bandara) International Pattimura, juga telah mengalami penurunan.

“Itu kapal yang terakhir, makanya kita akan membicarakan hal ini dengan Pelni, sedangkan penumpang di bandara Pattimura dari 1000 orang setiap hari, sekarang hanya sekitar 200 lebih saja,”cetusnya.

Pos terkait