Bupati Malra Resmikan Pelayaran Perdana Tol Laut Di Pelabuhan Elat

Bupati Malra, Drs. Hi. M. Thaher Hanubun, saat Peresmian Pelayaran Perdana Tol Laut di Pelabuhan Elat, Kei Besar. Selasa (5/5/2020)

Langgur, Malukupost.com – Situasi Covid-19 telah mengakibatkan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat tidak berjalan secara optimal.

Pandemi Covid-19 juga telah memberikan dampak yang sangat luas. Tidak hanya dalam hal kesehatan masyarakat, tetapi juga mencakup ekonomi, sosial dan budaya.

Dalam lingkup pemerintah daerah, kondisi tersebut menyebakan makin tingginya resiko. Masalah kemiskinan, pengangguran, inflasi dan lain-lain akan semakin rentan meningkat. Disisi lain, kapasitas keuangan daerah akan semakin kecil karena rendahnya pendapatan.

Hal ini juga akan berdampak pada lemahnya daya beli masyarakat, yang kemudian berakibat pada lesuhnya ekonomi di daerah. Salah satu kekhawatiran yang muncul adalah, masalah rantai pasok pangan (sembako).

“Kita ketahui bersama bahwa, bahwa sebagian besar bahan pangan/sembako yang beredar di daerah ini berasal dari luar daerah,” ujar Bupati Maluku Tenggara (Malra), M. Thaher Hanubun, saat peresmian Pelayaran Perdana Tol Laut di Pelabuhan Elat, Selasa (5/5/2020).

Menurutnya, hal ini selain berdampak pada aspek ketersediaan, juga sangat berdampak pada aspek harga barang-barang tersebut, baik di pulau Kei Kecil maupun Kei Besar. Harga bahan pangan antara pulau Kei Besar dan Kei Kecil pada kondisi tertentu juga berbeda.

“Mungkin tidak terlalu terasa di seputaran Elat, namun ketika kita berbicara tentang Kei Besar Utara Barat, maka perbedaan itu sangat terasa. Di tengah-tengah segudang permasalahan tersebut, hari ini kita boleh bersukacita. Karena kebutuhan, harapan dan kerinduan kita untuk penyediaan sistem transportasi yang lancar, mudah, dan terjangkau kini telah tersedia,” katanya.

Bupati Hanubun menjelaskan, kebijakan Tol Laut, hadir membawa harapan dan peluang. Harapan akan masa depan yang lebih baik dan peluang untuk mewujudkan kesejahteraan.

Kebijakan Tol Laut telah cukup membantu daerah-daerah, dalam hal peningkatan ekonomi melalui pasokan logistik.

Di dalam masa kerentanan seperti saat ini ketersediaan logistik secara memadai diperlukan untuk menjaga kestabilan harga, memenuhi kebutuhan dan memuka peluang ekonomi baru.

“Dengan mulai beroperasinya Tol Laut di Elat, maka sektor ekonomi harus didorong lebih giat lagi. Kesenjangan antar pulau Kei Kecil dan Kei Besar harus dihilangkan. Perbedaan harga barang harus diminimalisir dan peluang berusaha diperluas, baik melalui pemberdayaan masyarakat, maupun melalui kebijakan ekspansif,” tandasnya.

Untuk itu, hehadiran Tol Laut harus dapat benar-benar dioptimalkan. Peluang ekonomi akan semakin terbuka terutama dalam hal pemasaran produk-produk lokal.

“Sudah saatnya potensi perikanan, pertanian, perkebunan dan industri dikelola secara baik, profesioanal dan berorientasi bisnis,” tegasnya.

Untuk diketahui, bahwa Elat pernah menjadi Episentrum Ekonomi Maluku Tenggara. Pada dekade 1970-an, hasil bumi dari Kei Besar dipasarkan ke Ambon dan Papua melalui pelabuhan Elat.

“Kejayaan Elat seperti pada masa-masa itu harus kita kembalikan. Grand design Elat menjadi pusat pertumbuhan baru di Malra harus dimulai sejak saat ini,” pungkasnya. (MP-15)

Pos terkait