Kasrul: Satu Pedagang dan Dua Masyarakat Biasa Hasil RDT Reaktif

  • Whatsapp
Ketua Pelaksana Harian Penanganan Pencegahan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang

Ambon, MalukuPost.com – Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Virus Corona (Covid-19), Kasrul Selang mengaku ada tiga orang yang Rapid Test (RDT) menunjukan reaktif. Dari ketiga orang tersebut, hanya satu pedagang pasar Mardika berinisial LS, sedangkan dua orang lainnya adalah masyarakat biasa.

Steatment Kasrul ini tentunya membantah steatment Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimuri yang menyebutkan tiga orang tersebut, semuanya ada pedagang di pasar mardika. Menindaklanjuti steatment Plt Direktur RSUD dr M Haulussy dr. Rita Tahittu dalam rapat koordinasi antara DPRD Maluku dengan gugus tugas yang berlangsung di ruang sidang utama Baileo Rakyat Karang Panjang Ambon, Senin, kemarin.

“Bukan tiga pedagang, hanya satu pedagang berjenis kelamin laki-laki, inisial LS. Sedangkan dua orang merupakan masyarakat biasa,”ujarnya di Ambon, Selasa (5/5).

Dijelaskan Kasrul, saat ini ketiga orang tersebut sementara ini menjalani isolasi di salah satu Rumah Sakit di kota Ambon, dan dikategorikan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sehingga diberlakukan sama dengan pasien Covid-19.

“Jadi mereka bertiga masuk RS di tanggal yang berbeda, dua masyarakat biasa masuk Jumat 1 April, langsung dilakukan RDT reaktif, sedangkan satu pedagang masuk minggu, 3 april hasil RDT juga reaktif,”ungkapnya.

Kasrul katakan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil Swab PCR yang dilakukan di BTKL-PP Klas II Ambon.

“Kita masih menunggu hasil swab, mudah-mudahan besok (hari ini-red) hasilnya sudah ada. Karena kalau RDT baru reaktif, artinya bisa positif fals atau negatif fals,”ulasnya.

Kasrul menandaskan, pasien yang masuk RSUD dr. Haulussy kalau menunjukan gejala Covid-19 maka langsung dilakukan RDT, screaning guna kepentingan tim medis. Sedangkan tracking dari ketiga PDP belum dilakukan karena masih menggu hasil swab PCR.

“Biasanya protapnya begitu dinyatakan Reaktif RDT maka keluarganya lakukan isolasi mandiri, begitu swab positif langsung dilakukan tracking,”bebernya.

Kasrul juga membantah kalau ada tiga perawat yang sementara ini menjalani isolasi di RSUD dr. M. Haulussy, dikarenakan hasil RDT reaktif.

“Tidak betul informasi itu,”tegasnya.

Kasrul mengakui, saat ini ada masyatakat dan mahasiswa yang mengajukan permohonan surat izin untuk kembali ke daerahnya

“Sebaiknya kita kasiih izin. Mungkin di kampung mereka dapat ketenangan, mungkin lebih baik,”katanya.

“Mereka ini kebanyakan dari Namlea, Buru. kemudian ada 30 mahasiswa dari Kepulauan Tanimbar. Kita sudah koordinasi dengan Pemda disana mereka siap menerima, jam 6 ini mereka merangkap,”katanya menambahkan.

Pos terkait