Lampu Penerang Di Lokasi Taman Ziarah Langgur Dicuri OTK

Sejumlah lampu penerang lokasi Taman Ziarah Mgr. Johannes Aerts MSC dan kawan-kawan yang dicuri orang tak dikenal.

Langgur, Malukupost.com – Lampu-lampu penerang pada lokasi Taman Ziarah Mgr. Johannes Aerts MSC dan Kawan-kawan yang berlokasi di ohoi (desa) Langgur, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) dicuri Orang Tidak Dikenal (OTK).

Taman ziarah yang menjadi icon bagi ohoi Langgur tersebut sejak hari Sabtu malam gelap gulita akibat lampu-lampu di lokai tersebut hilang.

Salah satu pemuda ohoi Langgur, Eten Renwarin mengungkapkan keprihatinannya atas pencurian lampu di lokasi tersebut.

“Sebagai warga Langgur saya sangat prihatin atas kejadian ini. Lokasi ini sejak Sabtu malam itu gelap karena lampu-lampu samua sudah dicuri orang,” ujarnya.

Menurutnya, lokasi taman ziarah ini merupakan salah satu wisata religi yang ada di kabupaten Malra, dan sudah seharusnya mendapat perhatian dari semua pihak, termasuk juga dengan pengamanannya.

“Lokasi ini harus mendapat perhatian serius dari semua pihak, lebih khusus pihak Gereja dan pemerintah ohoi. Lampu-lampu di dalam taman ziarah ini bila perlu harus nyala semua setiap malam,” imbuhnya.

Dijelaskan Renwarin, selain masalah lampu, pemeliharaan dan perawatan lokasi ini juga harus dilakukan.

“Katong di Langgur ini harus ingat bahwa bapa Uskup dan para pastor dan bruder yang ditembak mati di pantai Langgur dan kemudian dimakamkan di lokasi ini hanya untuk bertumbuhnya benih iman Katolik, jadi seharusnya lokasi ini jangan diabaikan begitu saja,“ tandasnya.

Menurutnya, lokasi ini kelihatan bersih pada saat perayaan 30 Juli, setelah itu lokas ini dibiarkan begitu saja tanpa ada perawatan yang intens.

“Untuk itu saya minta kepada Pastor Paroki dan Pemerintah Ohoi Langgur agar bisa mengambil kebijakan terkait hal ini, mungkin saja dibuat jadwal pembersihan dan perawatan lokasi ini oleh tiap-tiap lingkungan,” tukasnya.

Renwarin mengungkapkan, memang selama ini ada kegiatan pembersihan namun tidak dilaksanakan secara rutin. Jika secara intens (tiap bulan) taman ini dibersihkan dan dirawat oleh tiap-tiap lingkungan, maka kerinduan orang (umat) Katolik dari luar daerah untuk berziarah ke lokasi ini semakin besar.

“Kalau katong samua punya kesadaran untuk mau rawat dan jaga taman ini dengan baik, maka Langgur ini betul-betul akan menjadi Langgur Yang Mulia,” pungkasnya.

Pos terkait