Listrik Menyala 24 Jam di Kei Besar, Pemkab Malra Tunjukkan Kelasnya

Langgur, Malukupost.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara (Malra) dibawah kepemimpinan Drs. Hi. M. Thaher Hanubun (Bupati), Ir. Petrus Beruatwarin, M.Si (Wakil Bupati) dan Drs. Ahmad Yani Rahawarin, M.Si (Sekretaris Daerah) terus bergerak melakukan perubahan.

Perlahan namun pasti, perubahan tersebut sedikit demi sedikit mulai terasa pada semua sektor pemenuhan kebutuhan sosial-kemasyarakatan di Malra.

Bupati Malra bersama Pimpinan DPRD Malra, Pimpinan TNI/Polri, Sekda serta Dirut PT. PLN Persero Cabang Tual melakukan penekanan tombol sirene, Jumat (22/5/2020)

Usai memastikan mempertahankan wilayah Malra dalam Green Zone (Zona Hijau) Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), kini satu lagi capaian terbaik sepanjang sejarah perjalanan kabupaten yang bertajuk Bumi Larvul Ngabal ini.

Hari Jumat (22/5/2020), menjadi momentum awal kebangkitan Pulau Kei Besar tentang pemenuhan kebutuhan listrik, dimana selama ini 18 jam, kini menjadi 24 jam.

Momentum tersebut ditandai dengan launching Penyalaan Listrik Selama 24 Jam di Wilayah Kei Besar dan Penyalahan Listrik Desa oleh PT. PLN (Persero) Cabang Malra – Kota Tual bersama Pemda Malra.

Meskipun sebagian Desa dan Kecamatan di Kei Besar belum teraliri jaringan listrik (sementara dilakukan pekerjaan pemasangan jaringan), namun ini merupakan adalah langkah maju yang dilakukan Pemda Malra, sehingga dapat menjawab permasalahan yang selama ini menjadi kerinduan masyarakat Pulau Kei Besar.

Peresmian (launcing) Penyalaan Listrik Selama 24 Jam di Wilayah Kei Besar dan Penyalahan Listrik Desa tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirene secara bersama-sama oleh Bupati, Pimpinan DPRD Malra, Pimpinan TNI/Polri, Sekda serta Dirut PT. PLN Persero Cabang Tual.

Meskipun diguyur hujan lebat, prosesi kegiatan launcing dan peresmian tersebut berjalan lancar.

Bupati Hanubun dalam sambutannya mengajak semua pihak untuk peduli dengan wilayah Kei Besar.

“Meski nuhu yuut wuar laai hari ini hujan besar dan matahari tenggelam, namun tekad yang paling utama adalah menyalakan lampu 1×24 jam di Kei Besar. Mari kita bersama-sama merasa memiliki Kei Besar sebab Kei Besar memerlukan perhatian kita semua,” tandasnya.

Bupati Hanubun mengakui, perjuangan ini bukan oleh Pemda saja namun atas kerja sama DPRD hingga para kepala ohoi bersama seluruh warga masyarakat Malra, sehingga semua ini bisa terlaksana dengan baik.

“Ini semua adalah hasil kerja sama pemerintah daerah, DPRD, para kepala ohoi dan didukung dengan doa dari warga masyarakat Malra,” katanya.

“Untuk itu saya minta seluruh Camat dan Kepala Ohoi agar memantau seluruh rumah khususnya yang tidak mampu untuk memasang dan membuka rekening listrik. Dan bagi yang tidak mampu akan menjadi tanggung jawab kepala daerah (bupati dan wakil bupati) khususnya daya 450 Watt,” katanya lagi.

Dalam acara tersebut, dilakukan penyalaan listrik desa secara simbolis terhadap 38 pelanggan rumah tangga di 3 ohoi (desa).

Tiga ohoi dimaksud yakni Ngurwalek 4 pelanggan, Uwat (Kampung Besar) 30 pelanggan, dan Uwat Reyaan sebanyak 4 pelanggan.

Pos terkait