Hingga Saat ini Kota Tual Belum Ada Yang Positif Covid-19

  • Whatsapp
Jubir Tim Gustu Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tual, Muchsin Ohoiyuf

Tual MalukuPost.com – Kota Tual termasuk daerah yang akan diberlakukan New Normal dikarenakan berada dalam zona hijau, namun dengan adanya rumor yang beredar terkait satu pasien positif corona virus disease 2019 (Covid-19) menimbulkan kekawatiran masyarakat setempat.

Juru bicara (Jubir) Tim Gugus Tugas (Gustu) Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tual, Muchsin Ohoiyuf menyatakan Orang dalam Pantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masih tatap nihil dan terkait isu yang meresahkan warga masyarakat setempat tidaklah benar.

“Kota Tual saat ini termasuk salah satu daerah yang akan diberlakukan New Normal atau menuju pada masyarakat yang aman covid-19, memang ada salah satu warga yang menderita penyakit dalam dan adanya komplikasi penyakit lain sehingga harus dirujuk keluar daerah namun penyakit yang diderita tersebut bukanlah telah terjangkit covid-19,” ujarnya di Tual, Jumat (19/06).

Ohoiyuf katakan, salah satu warga tersebut bukanlah pelaku perjalanan dari luar tetapi warga yang selama ini menetap disini ketika ingin untuk dirujuk keluar daerah, akibat dari penyakit dalam dan adanya penyakit menular lainnyamengakibatkan kondisi pasien tersebut lemah.

“Setibanya di bandara untuk melakukan perawatan lanjutan ke luar daerah, kondisi warga yang menderita penyakit dalam dan komplikasi itu melemah sehingga sesuai dengan protokoler untuk melakukan perjalanan pada kondisi saat ini tidak dapat diizinkan untuk melakukan perjalanan lanjutan,“ ungkapnya.

Dijelaskan Ohoiyuf, seseorang apabila melakukan perjalanan harus memiliki hasil tes dari otoritas kesehatan setempat yang menyatakan sehat atau non reaktif, yang dimaksud dengan hal itu bukan hanya covid-19 tetapi juga penyakit lainnya.

“Yang dialami warga tersebut saat ingin melakukan perjalanan ketika melakukan pemeriksaan Rapid Tes ternyata reaktif akibat ada bawaan penyakit lain,“bebernya.

Ohoiyuf menambahkan, yang dimaksud dengan reaktif tersebut bukan hanya covid-19 dan penyakit dalam saja tetapi seperti flu, demam dan penyakit menular lainnya akan menimbulkan reaktif pada seseorang.

“Saat ini karena kondisi yang lemah akibat dari penyakit menular lainnyasehingga pasien tersebut harus diisolasi khusus bukan karena covid-19,“ tandasnya.

Ohoiyuf berharap, masyarakat tidak mudah percaya dan panik dengan adanya informasi yang tidak tertanggung jawab itu.

“Tim Gustu selalu bekerja guna memutuskan mata rantai penyebaran covid-19 di daerah ini, masyarakat tidak perlu takut selalu berdoa dan tetap mengikuti protokoler kesehatan sesuai anjuran pemerintah dalam menghadapi pandemi ini,“ pungkasnya.

Pos terkait