Warga Malra Dihimbau Tidak Panik Dengan Informasi Yang Beredar

  • Whatsapp
Juru Bicara Tim Gustu Covid-19 sekaligus Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Malra, dr. Katrinje Notanubun, M. Kes.

Langgur, Malukupost.com – Pada hari Kamis (18/6/2020), masyarakat di wilayah kabupaten Maluku Tenggara (Malra) dan Kota Tual dibuat panik dengan beredarnya isu adanya salah satu warga Kota Tual, dimana hasil pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) yang bersangkutan Reaktif. Warga tersebut kini tengah dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Maren Kota Tual.

Informasi hasil RDT warga yang diketahui berinisial EM tersebut pun beredar luas hingga muncul kepanikan warga di dua daerah dimaksud.

Menanggapi situasi demikian, Tim Gustu Percepatan Penanganan Covid-19 bergerak cepat untuk memberikan kepastian kepada warga Malra, dengan melakukan on the spot ke lokasi rumah milik kakak kandung dari EM (rumah dimana EM tempati sebelum hendak berangkat) yang terletak di ohoi (desa) Langgur.

Juru Bicara Gustu Covid-19 kabupaten Malra, dr. Katrinje Notanubun mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pendekatan sekaligus memberikan edukasi kepada keluarga (kakak kandung EM dan isterinya) tentang hasil RDT dan juga kondisi pasien yang memiliki riwayat sakit penyerta.

“Saya tadi sudah bertemu dengan keluarga (kakak kandung) dari EM untuk memberikan edukasi kepada mereka tentang apa itu RDT agar keluarga juga tidak panik, namun tetap menjalankan protokol kesehatan,” ujarnya di Langgur, Jumat (19/6/2020).

dr. Notanubun mengatakan, warga tidak perlu panik, karena hasil pemeriksaan RDT Reaktif bukan berarti yang bersangkutan dinyatakan positif Covid-19.

“Saya mau tegaskan bahwa seseorang yang reaktif, belum tentu positif Covid-19, kita harus memastikannya melalui pemeriksaan Swab (PCR). Untuk itu, kita tunggu hasil Swab-nya,” tandasnya.

Selain itu, dr. Notanubun juga memberikan edukasi kepada warga sekitar agar tetap taat dan patuh terhadap protokol kesehatan yakni pakai masker ketika berada diluar rumah, rajin cuci tangan pakai sabun dan jaga kebersihan diri, keluarga, rumah dan lingkungan.

“Saya menghimbau warga untuk tenang sambil terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat sesuai protokol kesehatan di masa pandemi ini,” katanya.

Dalam pertemuan yang disaksikan langsung oleh pejabat kepala ohoi Langgur beserta perangkatnya dan Babinsa setempat, kakak kandung EM mengungkapkan bahwa adiknya yang juga tenaga kesehatan tersebut, berdomisili dan membuka kliniknya sendiri di Kota Tual.

Kakak kandung EM yang menghantarnya ke bandara saat itu telah dilakukan juga pemeriksaan RDT dengan hasilnya negatif. Sedangkan isteri dari kakak EM selanjutnya akan dilakukan juga pemeriksaan yang sama oleh.

Saat ini, kakak kandung EM sekeluarga menjalani isolasi mandiri di rumah, dibawah pengawasan Tim Gustu Malra.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, EM hendak melakukan perjalanan keluar daerah melalui bandara setempat dengan menumpangi pesawat milk TNI AU.

Namun, karena tidak dapat menunjukkan surat pengantar hasil pemeriksaan, maka dokter TNI AU yang bertugas saat itu segera melakukan tindakan pemeriksaan RDT terhadap yang bersangkutan, dengan hasilnya adalah Reaktif. Pemeriksaan RDT tersebut, disaksikan langsung oleh Kepala Puskesmas Ibra

Setelah berkordinasi dengan Tim Gustu setempat, selanjutnya EM dihantar ke Rumah Sakit Umum Maren Kota Tual untuk mendapatkan perawatan.

Pos terkait