Ambon, MalukuPost.com – Pasca terkonfirmasinya satu anggota DPRD dan satu pegawai Sekretariat terkonfirmasi positif Covid-19, Detasemen Gegana, Brimob Polda Maluku melakukan sterilisasi terhadap kantor DPRD Provinsi Maluku
TS Pasi OP Detasemen Gegana, Ipda G Manulang, mengatakan sebanyak 15 personil yang dikerahkan dalam sterilisasi itu dan satu mobil dekontaminasi berisikan cairan disinfektan 300 liter.
“Sterilisasi ini dilakukan berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Keseatan Provinsi, bahwa ada anggota DPRD maupun pegawai yang terpapar Covid,”ujarnya di Ambon, Rabu (5/8).
Manulang katakan, upaya itu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sesuai perintah Kapolri, ditindaklanjuti Kapolda Maluku.

“Jadi salah satu program ini sejak pandemi Covid-19 berdasarkan surat perintah Kapolri, ditindaklanjuti oleh Kapolda Maluku, maka kami dari satuan Gegana tergabung dalam satuan tugas Amanusa II Siwalima, dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19,”bebernya.
Dijelaskan Manulang, ada personil yang juga tergabung dalam unit Kimia Biologi Radioaktif (KBR) detasemen Gegana, yang didalamnya terdapat lima tugas dalam satgas, diantaranya melaksanakan pemetaan, himbauan tentang potokol kesehatan agar masyarakat patuh, kemudian ada pengambilan barang bukti terkonfirmasi entah itu pasien atau tracking, serta penyemprotan disinfektan bukan hanya di area perkantoran tetapi di area publik yang dingunakn masyarakat, agar tetap steril.
Ditempat yang sama, Sekretarid Dewan DPRD Provinsi Maluku, Bodewin Wattimena mengungkapkan strelisasi yang dilakukan oleh detasemen Gegana ini sebagai upaya agar kantor DPRD Maluku, tetap streil dari Covid-19dan dilakukan secara berkala dua minggu sekali.
“Kemarin hari jumat kita juga telah melakukan penyemprotan. Kami berterima kasih kepada teman-teman dari Detasemen Gegana, Brimob Polda Maluku yang melakukan penyemprotan disinfektan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,”ungkapnya.
Wattimenam menambahkan, selain kegiatan penyemprotan disinfektan itu, upaya pencegahan yang telah dilakukan yaitu dengan memperketat aktifitas orang, sambil menunggu proses tracking dilakukan oleh Gugus Tugas.
“Kedepan akan ada agenda penting dewan di tanggal 19 Agustus, yaitu paripurna HUT Provinsi. Olehnya itu, sebelum agenda tersebut dilkasanakan, bisa dilakukan strelisasi lagi oleh Detasemen Gegana,” pungkasnya.


