Satu Anggota DPRD Maluku Terpapar Covid-19

  • Whatsapp
Kantor DPRD Maluku

Ambon, MalukuPost.com – Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Covid-19 Provinsi Makuku, Kasrul Selang menyatakan satu anggota DPRD Provinsi Maluku berinisial “SA” dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 sesuai hasil swab Polymerse Chain Reaction (PCR).

“Ia beliau pelaku perjalanan jakarta, terus diperiksa Rapid Test (RDT) reaktif, kemudian diambil swab hasilnya positif,”ujarnya di Ambon, Senin (3/8).

Kasrul katakan, menindaklanjuti hal tersebut telah diagendakan besok (4/8), dilakukan swab kepada seluruh anggota DPRD maupun pegawai di lingkup kantor DPRD Maluku.

“Jadi besok baru anggota dewan dan satu sekretariat dewan diambil swab,”ungkapnya sembari menambahkan walaupun sudah ada yang terkonfirmasi Covid-19 di DPRD Maluku, namun agenda kerja dewan tetap berjalan sebagaimana mestinya, dengan menerapkan protokol kesehatan.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Lucky Wattimury ditempat terpisah mengakui menerima informasi terkait hal tersebut.

“Saya juga mendapatkan informasi itu, dan karena hari ini diperketat orang masuk keluar kantor. Saya sudah bilang ke Sekwan, kalau wartawan boleh lah dikasi masuk tetapi selalu waspada, hati-hati. Karena informasi yang saya dapat baik di anggota maupun pegawai yang reaktif,”ujarnya.

Wattimury menandaskan, dirinya belum bisa memastikan anggota maupun ASN yang mana terpapar covid-19. Oleh itu, Bendahara DPD PDI Perjuangan itu, akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan gugus tugas penanganan pencegahan Covid-19 Provinsi Maluku terkait hal ini .

“Hari ini kami akan mengecek hal itu, dan kita koordinasikan dengan gugus tugas apakah informasi itu benar atau tidak. Mudah-mudahan informasi itu tidak benar. Tapi kalaupun benar kita harus selalu waspda,”tegasnya.

Menurut Wattimury, jika sudah terpapar Covid-19 maka akan dilakukan tracking kepada seluruh anggota dewan maupun pegawai yang selama ini melakukan kontak erat. Bahkan dirinya mengkhawatirkan kantor DPRD akan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19, jika demikian maka aktivitas dihentikan untuk sementara.

“Karena itu saya minta datang ke dewan berhati-hati, kita membatasi. Karena kami tidak mau masyarakat menjadi korban. Selain kami menjaga diri, masyarakat harus tahu kami juga melindungi masyarakat, jadi kita harus menjaga satu dengan yang lain,”pungkasnya.

Pos terkait