Berkas Perkara Ruslani Rahayaan Dikembalikan Ke Polres Malra Untuk Dilengkapi

  • Whatsapp
Kasie Intel Kejaksaan Negeri Tual, Iwan Darmawan

Tual, MalukuPost.com – Kepala Seksi (Kasie) Intel Kejaksaan Negeri Tual, Iwan Darmawan mengakui penyidik Lakalantas Polres Maluku Tenggara (Malra) telah mengirimkan berkas tahap I dengan tersangka Ruslani Rahayaan atas perkara kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang menyebabkan kematian.

“Namun berkasnya belum lengkap (P19) sehingga telah dikembalikan beberapa waktu lalu ke Polres Maluku Tenggara untuk diperbaiki,” ujarnya di Tual, Jumat (11/9).

Dijelaskan Darmawan, sesuai pasal 109 dan 138 KUHAP maka setelah berkas perkara yang diserahkan oleh Kepolisian, maka kemudian jaksa peneliti mempelajarinya. Dan untuk berkas perkara Ruslani Rahayaan setelah diperiksa tidak memenuhi syarat formil atau materil di dalamnya.

“Berkasnya telah dikembalikan dengan Ada beberapa catatan untuk dilengkapi berkas tersebut,” tandasnya

Darmawan mengakui, kasus lakalantas dengan tersangka Ruslani Rahayaan menarik perhatian banyak pihak, sehingga jaksa peneliti melakukan gelar perkara untuk dipelajari bersama.

”Memang ada beberapa berkas belum lengkap, sehingga berkas kita kembalikan kepada penyidik kepolisian, maka berkas ini harus dilengkapi dan dikembalikan lagi kepada Kejaksaan maksimal 14 hari,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, Ruslani Rahayaan ditetapkan sebagai tersangka pada lakalantas dengan menabrak Diven Smile Domakubun (26), warga desa Sather, Kecamatan Kei Besar Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara hingga tewas di jalan Dr. Leimena, Simpang Empat, Kantor Pegadaian, Kecamatan Dullah Selatan, Kota Tual, Kamis (19/2/2020) lalu.

Bahkan sesuai hasil tes urin pasca kecelakaan oleh SatNarkoba Res Malra dibantu oleh dr. Rivai Kabalmay terbukti Ruslani Rahayaan positif menggunakan narkoba.

“Hasil tes urine telah dilakukan pasca kecelakaan dengan hasilnya positif metamfetamin, amfetamin (kandungan narkotika). Dan ini perlu didalami lebih lanjut,” kata Kapolres Maluku Tenggara AKBP. Indra F. Siregar melalui pesan Whatsapp.

Sementara itu, Penyidik Lakalantas Polres Maluku Tenggara menjerat Ruslani Rahayaan dengan pasal 310 ayat 4 UU No. 22 Tahun 2009.

Pos terkait