Betaubun Himbau Kepala Ohoi Pecat Perangkat Yang Tidak Aktif Bertugas

  • Whatsapp
Monitoring Penyelenggaraan Pemerintahan dan Penegakan Disiplin Aparatur Ohoi di wilayah Kecamatan Kei Besar yang dilakukan oleh Sekcam dan staf kantor kecamatan setempat, ditemukan adanya Perangkat Ohoi yang tidak melaksanakan tugasnya. Selain itu, adapula beberapa kantor ohoi yang tidak dibuka dan tidak dirawat (terurus) dengan baik.

Langgur, MalukuPost.com – Pihak Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), menyesalkan adanya perangkat ohoi (desa) yang tidak aktif dalam tugas pemerintahan ohoi setempat.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Camat (Sekcam) Kei Besar, Titus Betaubun saat melaksanakan kegiatan Monitoring Penyelenggaraan Pemerintahan dan Penegakan Disiplin Aparatur Ohoi di wilayah kecamatan setempat.

Betaubun mengungkapkan, keberadaan kantor ohoi bukan hanya sebagai simbol keberadaan sebuah lembaga pemerintahan, namun juga sebagai pusat pelayan, informasi dan tempat perencanaan pembangunan ohoi.

Sekretaris Kecamatan Kei Besar, Titus Betaubun.

“Hampir kebanyakan kantor ohoi di wilayah kecamatan Kei Besar ini jarang dibuka untuk melayani masyarakat. Bahkan ada beberapa ohoi yang kantornya tidak terawat dan tidak terurus layaknya pusat pemerintahan ohoi,” katanya di Langgur, Kamis (24/9).

Terkait hal tersebut, Betaubun himbau kepada seluruh perangkat ohoi untuk selalu melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai petugas ohoi, apalagi sekarang ini pemerintah sudah memberikan perhatian yang serius bagi perangkat ohoi memerikan tunjangan profesi atas kinerja perangkat melalui SK Bupati Malra Nomor 226 Tahun 2019, sehingga yang tidak aktif dalam tugas harus dipecat.

“Errare humanum est, trupe in errore perseverare. (membuat kekeliruan itu manusiawi, namun tidaklah baik untuk mempertahankan kekeliruan),” tandasnya.

Betaubun menegaskan, pihak kecamatan telah menyurati kepala-kepala ohoi agar setiap kantor ohoi selalu diaktifkan dengan tetap memperhatikan protokoler kesehatan, sehingga mempermudah bagi masyarakat untuk melakukan pengurusan, bahkan konsentrasi pemerintah ohoi untuk pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal.

Pos terkait