Langgur, MalukuPost.com – Hari Ulang Tahun (HUT) Pelayanan laki-Laki Gereja Protesan Maluku (GPM) yang ke-34 (24 September 2020) di Jemaat Anugerah Ohoijang dilakukan dalam bentuk Ibadah Syukur.
Ibadah syukur tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Jemaat setempat, Pendeta GH. Anakotta, S.Si, di Gereja Anugerah Ohoijang, Kamis (24/9/), dibawa sorotan tema Menjadi Laki-Laki Gereja Untuk Melakukan Kehendak Allah.
Kepada Malukupost.com usai Ibadah Syukur tersebut, Ketua Komisi Laki-laki Jemaat Anugerah, Nicodemus Ubro mengungkapkan, perayaan HUT Laki-Laki GPM tahun ini dilaksanakan hanya dalam bentuk ibadah syukur, sedangkan kegiatan perlombaan tidak dilaksanakan.
Hal tersebut dikarenakan kondisi negara dan juga daerah Maluku Tenggara (Malra) masih dalam situasi Pandemi Covid-19.
“Perayaan tahun ini juga kita sementara berada dalam situasi (kondisi) kepritahinan karena Pandemi Covid-19, sehingga selaku Laki-Laki GPM yang juga adalah bagian dari bangsa dan daerah ini harus turut prihatin dan merasakan kondisi yang terjadi di negara ini dan daerah ini,” ujarnya.

Menurutnya, walaupun tidak melakukan aktifitas perayaan HUT (dalam bentuk perlombaan dan sebagainya tapi hanya dalam bentuk ibadah syukur), namun dengan usia ke-34 ini, Laki-Laki GPM harus selalu bersemangat sesuai tema HUT yakni Menjadi Laki-Laki Gereja Untuk Melakukan Kehendak Allah.
“Artinya, diharapkan dengan kondisi yang saat ini, kita Laki-laki Gereja, baik selaku warga di daerah ini, anggota jemaat, kepala rumah tangga, pegawai negeri, buruh tani, sopir, tukang ojek dan sebagainya, dalam melakukan setiap aktifitas, kita harus mengutamakan apa yang dikatakan Alkitab yaitu jadilah laki-lak yang melakukan kehendak Allah,” katanya.
“Sehingga otomatis selaku warga masyarakat, apa yang disampaikan oleh pemerintah (pemerintah daerah) terkait dengan kondisi saat ini terkait dengan protokol kesehatan, maka kita wajib untuk membantu pemerintah dalam mensosialisasikannya,” katanya lagi
Ubro menambahkan, sosalisasi dimaksud juga telah membantu pemerintah dalam upaya menyadarkan masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan demi kemaslahatan umat manusia.
“Jadi, Laki-laki Gereja yang dimaksudkan melakukan kehendak Allah seperti begitu yang perlu katong lakukan,” tandasnya.
Diketahui, kepengurusan wadah Pelayanan Laki-Laki Jemaat GPM Anugerah yang diketahui Nicodemus Ubro merupakan kepengurusan yang baru (hingga lima tahun kedepan).
Dijelaskan Ubro, terkait dengan kepengurusan tersebut, pihaknya memiliki berbagai program dan kegiatan, baik itu terkait dengan keumatan (khususnya laki-laki) maupun yang berkaitan dengan masalah ekonomi dan sosial kemasyarakatan.
Namun kegiatan dan program tersebut belum dapat dijalankan, mengingat daerah Malra masih berada dalam situasi Pandemi Covid-19, dimana sesuai anjuran pemerintah untuk menghindari kerumunan dan selalu menggunakan masker saat beraktifitas.
Ubro mengingatkan, meskipun dihimbau untuk menghindari kerumunan dan selalu menggunakan masker, namun selaku Laki-laki Gereja, dalam kehidupan harus menjadikan firman Tuhan sebagai landasan kita
“Sebagai Laki-laki Gereja, kita dihimbau untuk rajin mencuci tangan, tapi kita juga harus mencuci (membersihkan) hati. Dihimbau untuk menjaga imun, kita juga harus menjaga iman kita. Dengan demikian, Tuhan akan memberkati Laki-laki GPM dalam usia 34 tahun ini, sehingga bisa bermakna dan berarti, baik bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, gereja, bangsa dan negara.


