Sejumlah Daerah Di Maluku Berpotensi Terdampak La Nina

  • Whatsapp
Kepala BPBD Maluku, Henry Far Far

Pemprov Maluku Agendakan 18 November Apel Siaga

Ambon, MalukuPost.com – Pemerintah Daerah Provinsi Maluku merencanakan untuk melaksanakan apel siaga 18 November mendatang, menghadapi fenomena La Nina yang akan mencapai klimaks.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Provinsi Maluku, Henry Far Far menyatakan, La Nina merupakan fenomena suhu permukaan laut yang menurun sepanjang timur dan tengah Samudera Pasifik di garis khatulistiwa. Dimana kondisi hujan yang cukup tinggi potensi terjadinya banjir, longsor, dan bahkan wabah penyakit dapat mengancam masyarakat. Juga berpengaruh terhadap permasalahan-permasalahan kesehatan yang meningkat seiring dengan tingginya potensi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

“Dari 11 daerah di Maluku, ada sembilan yang rentan terdampak La Nina, Ambon, Seram, Banda, Maluku Tenggara, Tual, Kepulauan Tanimbar dan Kepulauan Aru, Buru,” ungkapnya di Ambon, Senin (16/11).

Menurut Far Far, masyarakat tetap siaga dan waspada, terutama di daerah aliran sungai.

“Aliran sungai harus tetap bersih, sampah harus dibuat pada tempatnya, sehingga curah hujan tinggi aman. Masyarakat harus tertib dan disiplin,”ujarnya.

Far Far menambahkan, pihaknya telah menyurati kabupaten/ kota, untuk menindaklanjuti hal itu, terutama nelayan yang rentan terdampak, saat melakukan aktifitas di laut.

Sementara itu Kepala BMKG Maluku, Sunardi mengatakan fenomena La Nina diperkiraian akan terjadi dari November 2020 sampai Febuari 2021, puncaknya mulai Desember sampai januari.

Untuk tingkat kerawanan, dirinya tidak bisa menjamin, namun yang pastinya, perlu kesiapan dari pemerintah kabupaten/kota, sehingga potensi dampak dari fenomena ini bisa terkendali.

“Kerentanan bisa mencapai 50 persen, tapi semua tergantung kesiapan kita. Misalnya di daerah Ambon terjadu hujan dengan intesitas sedang, tetapi kalau drainase kita tidak maksimal, maka terjadi banjir,”tuturnya.

Disamping itu, perlu kesiapan masyarakat, dalam menjaga lingkungan, sehingga intensitas curah hujan tinggi, air cepat mengalir, kemungkinan terjadi terjadi banjir kecil.

“Jangan sampai terjadi sama di bebarapa bulan lalu, itu kurang siap, padahal hanya satu hari tetapi banjir,”pungkasnya

Pos terkait