Langgur, MalukuPost.com – Jelang pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat melaksanakan rapat koordinasi (rakor) persiapan pelaksanaannya.
Rakor yang digelar secara virtual tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Malra M. Thaher Hanubun, dan dihadiri pula oleh Wakil Bupati Petrus Beruatwarin serta Pimpinan TNI/Polri, Senin (25/1/2021).
Selain itu, hadir pula para Staf Ahli, Asisten Sekda, para pimpinan OPD setempat, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Malra serta Kepala Kantor Kementerian Agama Malra.
Bupati Hanubun menjelaskan, pandemi Covid-19 ini masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, bahkan sebaliknya terus mengalami peningkatan jumlah penderita setiap hari.
Secara nasional, penambahan jumlah orang yang positif terus meningkat, demikian pula di kabupaten Malra.
Sesuai data dari www.covid19.go.id, kondisi Covid-19 secara nasional per 24 Januari 2021 yakni positif (989. 262 orang), sembuh (798.810 orang), meninggal (27.835 orang) dan dirawat (162.617 orang).
Bupati Hanubun mengungkapkan, berdasarkan data dinas Kesehatan setempat menyebutkan bahwa kondisi Covid-19 di Malra per 24 Januari 2021 yakni positif (162 orang), sembuh (101 orang), meninggal (9 orang), kasus aktif (54 orang), isolasi mandiri (17 orang), dirawat di RSUD KS Langgur (11 orang termasuk 1 dari Kota Tal), serta yang diisolasi di Puskesmas Ngilngof (26 orang)
Kondisi ini membutuhkan pola penanganan yang serius, terencana dengan baik, didukung dengan data dan kajian yang matang serta melibatkan berbagai stakeholder, dan program vaksinasi adalah salah satu upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Malra.
Menurutnya, untuk mengatasi penyebaran Covid-19 yang kian masif dan tidak terkontrol, maka skema vaksinasi adalah cara terbaik untuk mengurangi transmisi/penularan COVID-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd imunity); dan melindungi masyarakat dari COVID-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.
Dijelaskannya, pada tanggal 13 Januari 2021, pemerintah pusat sudah memulai program vaksinasi secara nasional, dimana Presiden Joko Widodo sebagai penerima vaksin pertama di Indonesia dan diikuti oleh pejabat lainnya.
Program vaksinasi Covid-19 di provinsi Maluku juga telah dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2021 yang melibatkan Gubernur Maluku Murad Ismail sebagai penerima vaksin pertama di Maluku dan diikuti oleh pejabat publik maupun tokoh-tokoh agama.
Bupati Hanubun menambahkan, sejauh ini belum ada laporan mengenai Kejadian Ikutan Pasca Vaksinasi Covid-19 atau efek samping penggunaan vaksin. Para penerima vaksin perdana tidak menunjukkan adanya gejala efek samping yang berarti.
“Untuk Malra, vaksin direncanakan akan tiba pada tanggal hari Selasa, 26 Januari 2021 pada pukul 13.30 WIT dengan menggunakan pesawat Wings Air. Karena itu, mohon dukungan pengamanan dari Polri dan TNI agar vaksin bisa diantar sampai ke instalasi farmasi dan selanjutnya akan diedarkan ke puskesmas,” tandasnya.
Pada kesempatan itu pula, bupati Hanubun meminta Dinas Kesehatan setempat agar mengatur semua persiapan pelaksanaan vaksinasi di Malra, fasilitas yang dibutuhkan, sistem rantai dingin (cold chain system), penyimpanan dan pengamanan untuk menjaga mutu vaksin maupun tenaga kesehatan yang bertugas sebagai vaksinator.
“Jadwalkan waktu dan tempat pelaksanaan vaksinasi perdana dan lakukan pendataan kelompok prioritas penerima vaksin serta validasi kebenarannya. Saya minta hal yang berkaitan dengan vaksinasi ini diatur dan disiapkan dengan baik supaya pelaksanaannya berjalan dengan lancar. Laporkan secara berkala setiap tahapan persiapan agar jika ada kendala bisa segera diatasi,” tegasnya.


