Beginilah Detik-Detik Terakhir Seniman Sein Ratuanik

  • Whatsapp
Muhammad Husein Suat alias Sein Ratuanik (foto fb sein)
Muhammad Husein Suat alias Sein Ratuanik (foto fb sein)

Laporan Malukupost-Ambon

Malukupost.com – Kepergian Muhammad Husein Suat alias Sein Ratuanik (23) dini hari tadi membuat para rekan dan kerabatnya bertanya-tanya, bagaimana semua ini bisa terjadi. Bukankah Sein baru saja berada di panggung sosial, peluncuran Rumah Produksi Literasi Belajar (Liar) di Galunggung, Ambon.

Berikut ini kronologi kematian Sein sebagaimana kesaksian Aswinda Nilamsari Rusli (25 tahun), karyawan Angkasa Pura 1 Bandar udara Pattimura Laha, yang berdomesili di Negeri Laha Teluk Ambon, Kota Ambon.

Aswinda kepada petugas AU Lanud Pattimura menjelaskan, bermula sekira pukul 03.00 WIT, Sein dan Aswinda boncengan korba beserta tiga kendaraan lain dari arah Galunggung menuju Waiheru untuk menemui dan menjemput rekan mereka Gibran Tualeka (17 tahun), Pelajar SMA Negeri 11 Ambon, yang tinggal di Kebun cengkeh. Menurut informasi, Gibran dipukul di daerah Perumnas Waiheru Blok 3 Kec. Baguala Kota Ambon.

Di Waiheru, mereka mencari rekan Gibran sekaligus mencari pelaku pemukulan namun pelaku tidak ditemukan. Sein dkk langsung pulang. Dalam perjalanan pulang mereka diteriaki dan dimaki beberapa pemuda yang sementara duduk di Jembatan LIPI, sebelah kiri dari arah Waiheru.

Salah satu rekan korban berhenti dan turun dari kendaraan. Ia menanyakan ke pemuda yang sementara duduk nongkrong di Jembatan LIPI tersebut perihal makian. Terjadilah adu mulut antara mereka. Sempat terjadi adu fisik antara rekan korban. Fauz namanya, sempat menarik baju dan mendorong salah seorang dari pemuda yang sementara duduk nongkrong di sekitar Jembatan LIPI Desa Poka.

Rombongan Sein dkk melanjutkan perjalanan. Sementara itu, sejumlah pemuda mengikuti rombongan sampai di depan PLN Poka bahkan sampai melempar. Sein dkk terus melanjutkan perjalanan pulang menuju arah kota.

Dalam perjalanan itulah, Sein terpisah dari kawan-kawannya. Saat itu, persis di tanjakan naik JMP Poka, salah satu pemuda menendang kendaraan Sein sehingga Sein dan Aswinda terjatuh ke aspal.

Sein dan Aswinda hendak lari menyelamatkan diri, namun para pemuda datang dan selanjutnya melakukan penganiayaan. Setelah para pelaku pergi, saksi Aswinda membawa Sein ke RS Bhayangkara Tantui menggunakan mobil angkot. Dalam perjalanan, korban meninggal dunia karena banyak mengeluarkan darah. Dia mengalami luka tusukan di bagian punggung sebelah kiri. (Malukpost)

 

Pos terkait