Konser Hidup Sein Ratuanik Berakhir Di Jembatan Merah-Putih

  • Whatsapp
Muhammad Husein Suat alias Sein Ratuanik (23 thn) Foto fb sein

Laporan Elnino Fofid-Ambon

Malukupost.com – Lagu “Bertaut” milik Nadin Amizah terdengar riuh di kawasan Lapangan Galunggung, Batumerah Ambon, Rabu (10/2) jelang tengah malam. Vokalis Sein Ratuanik sedang melantunkan lirik-liriknya yang puitis.

“Semoga lama hidupmu di sini
Melihatku berjuang sampai akhir
Seperti detak jantung yang bertaut
Nyawaku nyala karena denganmu”

“Bertaut” dinyanyikan Sein dengan penuh perasaan. Ia membawakannya sambil mengajak para muda, mahasiswa, dan aktivis yang hadir ikut bernyanyi pada bait terakhir. Pada acara peluncuran Rumah Produksi Literasi Belajar (Liar) tadi malam, ada pula seniman aktivis yang lebih senior Arie Sombanusa, Fadlan Borut, dan Oliena Ibrahim.

Sein tidak hanya melantunkan lagu “Bertaut”. Dia juga membawakan lagu Papaceda dan Heather milik Conan Grey. Ketika acara berakhir pukul 23.00 WIT, para seniman dan aktivis masih duduk-duduk menikmati kopi sampai juam 24.00 barulah bubar.

Tidak ada yang menyangka, pagi hari, media sosial sudah dipenuhi kabar duka. Sein menghembuskan nafas pagi tadi setelah diserang orang tidak dikenal di atas Jembatan Merah Putih. (Lihat berita lain: Beginilah Detik-Detik Terakhir Seniman Muda Sein Ratuanik )

Muhammad Husein Suat alias Sein Ratuanik (23) memang belum setenar Glenn Fredly. Jam terbangnya belum banyak. Sekalipun demikian, aura bintang sudah kentara di panggung-panggung kreatif dan sosial di Ambon. Dia mampu membawa suasana baru, dan sudah mulai punya penggemar. Dua penampilannya dalam sepekan ini adalah konser amal untuk korban gempa di Sulawesi Berat yang diselenggarakan di Kafe KY, dan semalam di Galunggung.

Putera pasangan Kafian Suat dan Rahma Ratuanik di Kampung Kisar, Tantui ini dikenal sejak mengikuti ajang Putera-Puteri Natsepa bersama saudara kembarnya Hasan Suat. Sejak itu, melalui berbagai aktivitas kampus dan di luar kampus, Sein makin dikenal. Sebab itulah, kabar kepergiannya pagi hingga siang ini masih mengejutkan para mahasiswa, seniman, dan aktivis muda di Ambon. (malukupost.com/foto fb sein ratuanik)

Pos terkait