Langgur, MalukuPost.com – Bupati Maluku Tenggara (Malra), M. Thaher Hanubun mengatakan, kecamatan Kei Besar Selatan Barat sebagai kawasan perbatasan dan pintu gerbang perlu mendapat perhatian yang serius dari semua pihak.
Hal tersebut disampaikannya di sela-sela pelaksanaan Musrenbang RKPD tingkat Kecamatan Kei Besar Selatan Barat yang digelar di desa (ohoi) Langgiar, Kamis (11/2/2021).
Menurutnya, kebijakan pembangunan kawasan perbatasan sebagaimana termuat dalam Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 18 Tahun 2020 difokuskan pada upaya pemenuhan pelayanan dasar, pengembangan ekonomi dan pertahanan keamanan.
Fokus tersebut dikolaborasi dalam lingkup kebijakan yang di tingkat kabupaten Malra meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan kapasitas infrastruktur dan konektifitas, pengembangan ekonomi kerakyatan serta pengelolaan lingkungan hidup.
Fokus inilah yang menjadi landasan perumusan kebijakan pembangunan di wilayah kecamatan Kei Besar Selatan Barat,” ujarnya.
Hanubun mengungkapkan, salah satu masalah yang masih dihadapi di kecamatan Kei Besar Selatan Barat adalah pelayanan air bersih.
“Setelah saya dan pak Etus dilantik jadi bupati dan wakil bupati tanggal 31 Oktober 2018, kami prioritaskan pertama tentang air bersih pada kecamatan ini. Air itu katong ambil dari Kilwat, dan beberapa bulan kemudian air langsung jalan disini. Dari dinas PU sudah memaksimalkan, tapi masih ada kelompok-kelompok tertentu yang sengaja membocorin pipa. Soal air baik dan tidak baik itu soal kedua, tapi air sudah mengalir semua,” tuturnya.
Persoalan lainnya yakni tentang kepala ohoi akhirnya pipa pun dipotong oleh sekelompok orang yang mengakibatkan sekitar lima ohoi yang membutuhkan air selama ini hanya minum air hujan.
Hanubun mengatakan, terkait hal tersebut maka tahun ini dirinya bersama pimpinan dan anggota DPRD beserta dinas PU dan Bappeda mencoba merencanakan penyulingan air laut menjadi air tawar dengan anggarannya kurang lebih 1,8 miliar rupiah.
“Dan kalau bisa besok jangan kamong pasang sasi di laut lagi untuk beta mau ambil laut, dan mungkin nanti saya taruh penyulingannya di bagian atas untuk membagi air itu ke Uwat, Ngan, Wduar Fer dan sekitarnya,” tandasnya.
Untuk itu dirinya berharap, jika ada masalah yang muncul baik itu di wilayah kecamatan Kei Besar Selatan Barat secara keseluruhan maupun di setiap ohoi terkait pembangunan dimaksud, agar diselesaikan dan dibicarakan baik-baik.
“Saya minta tolong dari kamong samua disini kecamatan Kei Besar Selatan Barat ini, dan sama yang saya minta di kecamatan-kecamatan lain yakni andaikan ada pembangunan disini dan ada masalah maka mari katong bicara baik-baik. Jangan langsung bikin sasi, akhirnya pihak ketiga yang akan memainkan ini,” pungkasnya.


