Bendahara Desa Alusi Batjasi Diduga Gunakan Aset Desa Perkaya Diri

  • Whatsapp
Lodofikus Batlayeri dengan latar belakang sepeda motor jenis R15 keluaran terbaru dengan kapasitas 250cc

Saumlaki, MalukuPost.com – Lodofikus Batlayeri yang merupakan Bendahara desa Alusi Batjasi, kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar,  diduga kuat memperkaya diri dengan salah satu aset desa berupa sepeda motor yang dibelanjakan pada tahun anggaran 2020.

Imanuel Sormudi, Yahanis Sormudi dan Deni Refileli, warga desa Alusi Batjasi kepada media ini di Saumlaki, Kamis (25/3/2021) mengaku telah mengkantongi sejumlah bukti berupa berkas dan hasil dokumentasi di lapangan, dimana pada tahun anggaran 2020, Batlayeri telah membeli sebuah sepeda motor jenis R15 keluaran terbaru dengan kapasitas 250cc.

“Motor tersebut semestinya digunakan untuk operasional pemerintah desa, namun digunakan untuk kepentingan pribadi, layaknya kendaraan milik pribadinya. Dugaan ini sudah pernah ditanyakan oleh tim dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa yang turun ke desa pekan kemarin,” Yohanis.

Yohanis katakan, Batlayeri juga pernah mengklaim dirinya sebagai orang hebat di desa yang tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun baik itu masyarakat maupun pemerintah.

“Beta tahu Batjasi ini pung bodoh, seng ada ayam jago di dalam kampung ini,” bebernya meniru pernyataan Batlayeri.

Sementara Imanuel menambahkan, perangkat desa di Alusi Batjasi semenjak tahun 2017 tak pernah transparan dalam hal penggunaan anggaran baik yang bersumber dari Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa serta sumber pendanaan lain di desa.

“Saya berharap bendahara yang seperti begini harus secepatnya digantikan sebelum masyarakat mengambil tindakan lain,” kecamnya.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Yohanis Nurmalai saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya membenarkan laporan masyarakat dan menjelaskan, setiap ada pencairan dana dan pembelanjaan pada tahun anggaran 2017 sampai ke tahun 2020 dia dan jajarannya tidak pernah dilibatkan.

“Saya siap bertanggung jawab untuk masyarakat desa Batjasi demi mengungkapkan kedok busuk dari para perangkat desa, baik itu bendahara dan sekdes,” tegasnya.

Hingga berita ini disiarkan, Batlayeri belum berhasil dimintai penjelasannya terkait laporan warga.

Pos terkait