Jemaat GPM Popjetur Manfaatkan Lahan Tidur Untuk Pertanian

  • Whatsapp

Dobo, MalukuPost.com – Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Desa Popjetur, kecamatan Aru Selatan, Kabupaten Kepulauan Aru akan memanfaatkan lahan-lahan tidur yang terbentang luas di dataran pulau tragan ini dengan mengembangkan beberapa jenis komoditi pertanian unggulan, beberapa jenis komoditi yang itu diantaranya padi ladang, jagung, kacang-kacangan dan kopi untuk meningkatkan ekonomi rakyat.

“Jadi program seksi pekabaran injil dan pelayanan kasih ruang lingkup(ruling) pemberdayaan ekonomi salah satunya ada program mengoptimalkan lahan-lahan tidur yang selama ini tidak dikelola untuk dikembangkan,” ujar Ketua Majelis Jemaat GPM Popjetur, Pdt Samy Kamsy yang dikonfirmasi media ini melalui telepon, di Dobo Rabu (03/31/2021).

Menurut Kamsy, beberapa jenis komoditi pertanian yang nantinya akan dikembangkan Jemaat Popjetur seperti Padi ladang, jagung, kacang hijau termasuk pula kopi yang selama ini sudah dipasarkan.

“Komoditi padi ladang yang selama ini banyak orang kenal di koba tapi ternyata di popjetur juga ada sudah sangat lama ditanam oleh leluhur dan selama ini terus dikembangkan yang berikutnya adalah komoditi jagung, kacang hijau dan lainnya,” katanya.

“Kalau kopi sudah kami kemas, salah satu sumber daya jemaat disni adalah kopi, kita sudah bikin kemasan kita sudah jual dua kali kita beli dari masyarakat lalu akan kita kemas lagi jadi itu beberapa komoditi yang sementara jadi prioritas kita dalam dokumen renstra kita,“ katanya lagi.

Dijelaskan Kamsy, rencana pemanfaatan lahan tidur oleh Jemaat untuk menghidupkan pertanian disana merupakan bagian dari perencanaan Jemaat yang dicetus melaui Rencana Strategi (Renstra), yang sebelumnya telah mendata potensi-potensi sumber daya alam yang akan dikembangkan.

“Berdasarkan kerja tim renstra dengan mengumpulkan seluruh data-data potensi yang ada di jemaat dan karena itu dikemas diolah sedemikian lalu di uji publik dokumennya, karena itu ada program-program pengembangan pemberdayaan ekonomi rakyat dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur,” ungkapnya.

Kamsy menandaskan, keberhasilan program itu merupakan wujud dan peran pendamping pertanian serta masyarakat yang didalamnya adalah marga-marga pemilik lahan petuanan.

“Tahun kemarin kita sudah buat surat lalu sudah ditanggapi dan sesudah selesai ini kami dengan pendamping pertanian Sadrak Apalem akan mengelola tanah yang telah dikonfirmasi dengan marga payansian dan siarukin kebetulan jemaat punya lahan yang memang kami mau kelola untuk pengembangan,”bebernya.

Kamsy berharap, berharap pemerintah kabupaten Kepulauan Aru dapat memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan mereka yakni kekurangan alat seperti mesin giling padi dan mesin pengairan.

“Memang dinas pertanian sudah fasilitasi kita pakai handtraktor tapi kedepan kita berharap pemerintah daerah akan membantu kami mesin giling padi dan mesin pengairan untuk mengairi areal lahan yang ada,” pungkasnya.

Pos terkait