Pemerintah Dan Warga Dusun Duroa Siap Sambut Pangdam XVI Pattimura

Pejabat Kepala Desa Dullah Laut, Paulus Williem Rahawarin bersama warga setempat dan anggota TNI AD menyiapkan lokasi penjemputan Pangdam XVI Pattimura di desa setempat.

Langgur, Malukupost.com – Panglima Kodam XVI Pattimura, Mayjen TNI Jeffry Apoly Rahawarin melakukan kunjungan kerjanya (Kunker) di Kepulauan Kei (Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual), Rabu (17/3/2021).

Ini merupakan kunkernya yang pertama di Kepulauan Kei usai ditunjuk oleh Panglima TNI menjabat Pangdam XVI Pattimura.

Informasi yang dihimpun Malukupost.com, kunjungan Jenderal Bintang Dua di Kepulauan Kei, sekaligus pula akan menyambangi dusun para leluhur dan orang tuanya yakni dusun Duroa, Kota Tual.

Hingga hari ini, Pemerintah dan Warga dusun Duroa telah melakukan persiapan yang maksimal untuk menyambut Jenderal Bintang Dua, yang merupakan putera Asli Duroa tersebut.

“Sampai kini sudah 98 persen persiapan. Pembersihan kampung sudah selesai, kemudian jembatan yang disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya meti (air laut surut) itu kami sudah buatkan sejenis rakit,” kata Pejabat Kepala Dusun Duroa, Paulus Williem Rahawarin di Langgur, Rabu (17/3/2021).

Rahawarin ungkapkan, rakit yang disediakan tersebut sudah dilakukan uji coba oleh anggota TNI AD dan dinyatakan safety (aman) untuk digunakan oleh Pangdam.

Terkait prosesi penyambutan, Rahawarin mengatakan akan dimulai saat Pangdam dijemput di jembatan dusun setempat.

“Ritual adat itu dilaksanakan pada saat penjemputan di jembatan. Jadi, selaku pejabat saya terlebih dahulu akan menerima Panglima, dan dilanjutkan dengan ritual adat (Rinin) oleh tua adat dusun setempat disertai tarian adat Kei,” tandasnya.

Usai ritual adat tersebut selanjutnya Pangdam melakukan ziarah ke makam kakek dan leluhurnya, kemudian menuju pusat kampung (Woma).

Di lokasi woma, pria kelahiran Ambon, 21 Januari 1964 tersebut akan diterima dan didoakan secara adat Kei.

Dijelaskan Rahawarin, selama melakukan kunjungan Pangdam XVI Pattimura di kampung halamannya tersebut, pihak dusun memberlakukan penerapan protokol kesehatan yang tinggi dan ketat.

“Kami (pemerintah dusun) sudah siapkan masker sebanyak 500 buah untuk dibagikan kepada warga. Semua masyarakat wajib menggunakan masker. Warga yang tidak menggunakan masker tidak akan diizinkan masuk ke Duroa,” tukasnya.

Menurutnya, selain protokol pengamanan oleh personil TNI AD, pihaknya tetap melakukan protokol kesehatan.

“Protokol pengamanan dijalankan oleh TNI, sementara protokol kesehatan tetap kami jalankan. Pokoknya selama kunker Pangdam di Duroa ini protokol kesehatan tetap kami jalankan dengan ketat dan tinggi. Kami bersama TNI AD saling berkoordinasi, dimana setiap sudut yang berpotensi orang masuk ke dusun ini dijaga ketat oleh tentara,” tegasnya.

Pos terkait