Saumlaki, MalukuPost.com – Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon dalam sambutan yang dibacakan Penjabat Sekda, R. B. Moriolkossu menyatakan kehadiran Deputi dan Tim di Kabupaten Kepulauan Tanimbar adalah dalam rangka menindaklanjuti penandatanganan nota kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten setempat dan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia pada tanggal 29 Maret 2021 yang lalu di Jakarta tentang penguatan kapasitas Pemerintah daerah.
“Kabupaten Kepulauan Tanimbar merupakan salah satu dari empat daerah yang menjadi prioritas pelaksanaan laboratorium inovasi daerah oleh Lembaga Administrasi Negara tahun 2021,” ujarnya di Saumlaki, Rabu (28/04/2021) saat membuka Kegiatan Laboratorim Inovasi.
Menurut Bupati, laboratorium inovasi daerah yang dilakukan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat melalui Lembaga Administrasi Negara (LAN) untuk membangkitkan semangat para inovator di daerah bagi kemajuan bangsa dan negara, terutama di daerah–daerah dengan kondisi seperti Kepulauan Tanimbar yang memerlukan lebih banyak upaya dan dorongan untuk keluar dari ketertinggalan.
“Laboratorium inovasi daerah merupakan peluang yang harus direspon bersama-sama untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah. Metode kerja tidak selamanya melalui ide yang baru tetapi kita juga merubah pola pikir untuk belajar dari daerah–daerah lain yang sukses mengatasi tantangan dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik serta berhasil meningkatkan daya saing melalui inovasi–inovasi yang mereka lakukan. Jadikan daerah ini sebagai benchmark untuk mengejar ketertinggalan di Tanimbar yang kita banggakan ini,” bebernya.
Dijelaskannya, ide inovasi tidaklah sesuatu yang rumit atau besar, namun marilah bersama–sama memikirkan inovasi–inovasi sederhana namun memiliki dampak yang efensial bagi penyelenggaraan pemerintah serta pelayanan publik di Kepulauan Tanimbar. Inovasi yang pro job dan pro poordemi tercapainya tujuan RPJMD 2017–202, yakni terwujudnya masyarakat Kepulauan Tanimbar yang cerdas, sehat, berwibawa dan mandiri. Kunci kemajuan suatu daerah adalah berinovasi dan menciptakan kretifitas sehingga kinerja pemerintah dapat terukur.
“Perlu saya tekankan kepada seluruh organisasi perangkat daerah di Kepulauan Tanimbar, kita tidak harus hebat untuk memulai, tapi kita harus memulai dulu untuk menjadi hebat. Saya yakin, inovator–inovator di daerah ini lebih dari mampu untuk menghasilkan kegiatan-kegiatan inovasi bagi kemakmuran daerah ini. Mereka hanya memerlukan metode yang tepat untuk dapat mentransfer inisiatif atau ide–ide tersebut menjadi produk kebijakan daerah sebagai dasar pelaksanaan,”ungkapnya.
Bupati Fatlolon menambahkan, komitmen pemerintah pusat melalui laboratorium inovasi daerah dengan antusias yang akan dilaksanakan selama dua hari kedepan karena merupakan kesempatan emas yang tidak akan datang untuk kali kedua.
“Saya yakin, bahwa perhatian pemerintah pusat ini mampu memberikan dampak signifikan bagi percepatan pencapaian tujuan pembangunan di daerah ini,”pungkasnya.


