Ini Dua Hal yang Dipertanyakan GMKI Ambon Saat Berdemonstrasi

Renwarin Janji Sampaikan Tuntutan GMKI Cabang Ambon Kepada Gubernur

Ambon, MalukuPost.com – Organisasi Kemahasiswaan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Maluku, Rabu (21/04/2021) untuk mempertanyakan dua hal, yaitu penggunaan dana pinjaman Rp700 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN), dan penyalahgunaan anggaran rehabilitasi gedung islamic center menelan anggaran Rp3 miliar bersumber dari APBD tahun anggaran 2020, yang rupaya dijadikan cafe beta oleh TP PKK Maluku.

“Kami hadir meminta kejelasan dan transparansi pembagian dan penggunaa anggaran dana Rp700 miliar terhadap 11 kabupaten/kota untuk pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19, dan rehabilitasi gedung islamic center, yang rupanya dijadikan cafe Beta. Untuk kami mempertanyakan APBD Maluku yang tidak sesuai dengan apa yang dianggarkan,”ujar koordinator lapangan (Korlap) Yongki Leslesy dalam orasinya.

Leslesy menandaskan, terhadap kedua hal tersebut, pihaknya telah melakukan kajian dari berbagai sudut pandang untuk disampaikan ke Gubernur Murad Ismail. Karena pembangunan trotoar yang bersumber dari dana pinjaman SMI dinilai tidak tepat sasaran.

“700 miliar harus bisa dibagikan ratakan ke-12 kabupaten/kota, guna mendorong dan mengembangkan agar bagaimana UMKM bisa terus ada dan eksis, agar dana PEN bermanfaat bagi masyarakat,”tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kesabangpol Maluku, Titus Renwarin yang menerima para demonstran GMKI Cabang Ambon, berjanji akan menyampaikan pernyataan sikap kepada Gubernur, Murad Ismail.

“Segala harapan dan tuntutan ini akan diterima dan meneruskan kepada Gubernur sekembalinya beliau dari luar daerah,”ujarnya.

Renwarin menambahkan, hasil dari komunikasi bersama Gubernur, nantinya akan disampaikan disampaikan melalui koordinator aksi.

“Nanti jawaban Gubernur akan disampaikan lewat Korlap. Jadi hasil ini akan dilaporkan, karena beliau masih di luar daerah,”pungkasnya.

Pos terkait