Ambon, MalukuPost.com – Widya Pratiwi Murad Ismail resmi menjadi Bunda Literasi Provinsi Maluku periode 2021-2024, setelah dikukuhkan secara langsung oleh Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando, menindaklanjuti surat keputusan Gubernur nomor 196 tahun 2021.
Pengukuhan yang berlangsung di gedung islamic center, Waihaong, Ambon, selasa (27/04/2021), dihadiri Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang, Walikota Ambon Richard Louhenapessy, Wakil Bupati MBD Agustinus Kilikily, serta jajaran OPD lingkup pemerintah daerah provinsi Maluku.
Kepala Pespustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando, mengatakan literasi merupakan percaturan global yang tidak hanya sebatas kemampuan mengenal huruf, kemampuan mengenal kata, kalimat, menyatakan pendapat, tetapi literasi dalam percaturan global adalah kemampuan menciptakan barang dan jasa bermutu yang bisa dipakai dalam komptisi global.
“Itu kata kunci, kita harus percaya harapan bapak Presiden, Joko Widodo bisa diimplementasikan di semua daerah, hari ini kita di Maluku dengan dilantiknya Bunda Literasi yang merupakan komitmen Gubernur dalam mendukung bersama agar provinsi Maluku bangkit lebih cepat,”ujarnya usai pengukuhan Bunda Literasi Provinsi Maluku.
Ia menyakini dengan kewenangannya sebagai Ketua TP-PKK dan Ketua Dekrnasda Maluku, dan pendamping Gubernur, Bunda Literasi memiliki ruang untuk berinteraksi dengan masyarakat dalam dunia kecerdasan, hal ini tentu akan menjadi momentum 50 poersen keberhasilan yang selama ini dilakukan.
“Kita tentu sangat banga ibu Gubernur Maluku sudah dikukuhkan sebagai bunda literasi, pertama sebelum dikukuhkan sudah punya mars yang sangat meninspirasi, muda-mudahan atas kewenangan Gubernur bisa menjadi lagu di semua sekolah, sebab lalgu ini sangat menginspirasi yang menghantarkan generasi ini kepada nilai-nilai yang terkandung dalam makna tersebut,”tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Murad Ismail dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang mengakui di tahun 2020 nilai tingkat kegemaran membaca masyarakat Maluku 52,90 atau kategori, sehingga membuat Maluku menduduki peringkat 26 dari 34 provinsi.
Menurut Gubernur, hal ini merupakan tantangan bagi Maluku untuk terus bekerja keras guna meningkatkan nilai kegemaran membaca dan literasi masyarakat, sehingga pada tahun-tahun mendnatang dapat mencapai indeks kegemaran membaca dan literasi masyarakat Maluku yang setara dengan daerah lainnya.
“Untuk itu, melalui pengukuhan Bunda Literasi Maluku hari ini, hendaknya dimaknai sebagai sebuah kebutuhan daerah, agar seluruh arah program dan kebijakan dapat terwujud secara efektif dan efisien yang bermuara pada meningkatnya kegemaran membaca dan literasi masyarakat di Maluku,” katanya.
“Sebagai bunda Literasi, kami harapkan ibu Widya Pratiwi Murad agar bersinergi dengan perangkat daerah terkait TP-PKK Provinsi dan kabupaten/kota se-Maluku, serta komunitas Literasi dan stakeholder lainnya dalam pelaksanaan Literasi di masyarakat,”katanya lagi.
Menindaklanjuti hal dimaksud, Widya Murad Ismail mengungkapkan jabatannya sebagai Bunda Literasi menjadi tanggungjawab dan amanah untuk meningkatkan minat baca anak-anak dan masyarakat di Maluku.
“Ini merupakan tanggungjawab saya selaku Ina Latu Maluku, ibunya orang Maluku. layak ibu selaku Bunda harus membuat yang terbaik, sehingga anak-anak di Maluku menjadi generasi muda yang suka membaca, menulis berinovasi dan kreatif,”ucapnya.
Widya optimis dengan berbagai langkah terobosan yang dilakukan nantinya, nilai tingkat kegemaran membaca masyarakat Maluku di tahun 2020 dengan presentasi 52,90, akan meningkatkan di tahun 2021 dan seterusnya.


