Pansus LKPJ Dan Dishub Malra Tinjau Kondisi Ruangan Tunggu Pelabuhan Warbal

Bangunan ruang tunggu di pelabuhan ohoi Warbal, Kecamatan Kei Kecil Barat.

Langgur, Malukupost.com – Menindaklanjuti hasil rapat bersama Dinas Perhubungan kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Tim Pansus LKPJ Tahun 2020 mengelar kegiatan on the spot.

Tim Pansus LKPJ yang dipimpin oleh Wakil Ketua Pansus (yang juga Wakil Ketua DPRD Malra) Yohanes Bosko Rahawarin bersama anggota pansus yakni Aher Onoly dan Lodefika Ohoiulun, mengunjungi ohoi Warbal Kecamatan Kei Kecil Barat, Selasa (27/4/2021).

Dalam kunjungan tersebut, tim Pansus didampingi Kepala Dinas Perhubungan (Nikson Hukubun) dan Camat Kecamatan Kei Kecil Barat (Jacob Rahajaan).

Kepada Malukupost.com, Bosko Rahawarin mengungkapkan, sesuai dengan hasil rapat pansus LKPJ Tahun 2020 bersama Dinas Perhubungan terkait beberapa program kegiatan yang dilaksanakan di tahun 2020, maka dilaksanakan kunjungan ke ohoi Warbal Kecamatan Kei Kecil Barat, tepatnya di lokasi ruang tunggu pelabuhan setempat.

“Hari ini kami Pansus, Kadis Perhubungan dan Camat Kei Kecil Barat berkunjung melihat langsung kondisi bangunan ruang tunggu yang dibangun di tahun 2020 lalu, dan ada beberapa catatan yang kita dapatkan disana khususnya terkait dengan perencanaan,” ujarnya.

“Ini yang harus menjadi bahan evaluasi, karena yang kita lihat di kondisi (terkait dengan tiang), bangunan ini dibangun di laut, dan tepat berada di atas jembatan. Ada tiga tiang di samping kanan dan tiganya di samping kiri, sedangkan di bagian tengah bangunan hanya bersandar pada jembatan yang sudah ada,” katanya menambahkan.

Menurutnya, kondisi bangunan tersebut dapat menimbulkan masalah baru. Olehnya itu tim Pansus meminta bagian perencanaan untuk mengevaluasi kembali pekerjaan dimaksud, karena dampak dari pembangunan tersebut akan berimbas ke masalah lain yakni terjadinya keretakan yang terjadi pada jembatan induk (jembatan yang sudah ada).

“Keretakan itu terjadi karena tiang pada jembatan itu cuma dibikin di bagian pinggir (kiri dan kanan) sedangkan di tengah tidak ada tiang penyanggah dan hanya bertumpuh pada jembatan yang sudah ada,” tuturnya

Hal tersebut menimbulkan beban yang berat dan mempengaruhi kondisi jembatan yang ada, dimana adanya keretakkan di tiap ujung jembatan dan mengakibatkan kondisi bangunan (bagian tengah) itu semakin jatuh kebawah.

“Kita lihat bahwa tiang bangunan itu sistemnya “T” bukan cakar ayam, sehingga kondisi panta yang mungkin banyak lumpur mengakibatkan tiang tersebut semakin bergerak turun karena tidak kuat menahan beban (bangunan ruang tunggu). Kondisi bangunan ruang tunggu ini akan menjadi catatan, karena kalau tidak segera diperhatikan saya pikir akan menimbulkan masalah baru,” tandasnya.

Selain tiang bangunan, tim Pansus juga menemukan lantai ruang tunggu yang dikerjakan juga asal-asalan saja (tidak rapih) karena masih ada banyak bekas-bekas campuran dengan berbagai ukuran (seperti batu).

“Ini menjadi catatan bagi kontraktor supaya memperhatikan hal-hal seperti in. kita memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Rahawarin menengaskan, dari hasil kunjungan tersebut maka tim pansus akan rapat internal khusus untuk menyampaikan hasil on the spot hari ini, sehingga nantinya akan menjadi pertimbangan pansus, entah berupa rekomendasi atau yang lainnya.

“Ini proyek penunjukan, kita tadi sudah lihat kontrak dan RAB-nya, maka itu yang menjadi rujukan nanti sesuai dengan hasil kunjungan kami. Mungkin juga nanti kami akan menghadirkan pihak kontraktornya untuk meminta penjelasan. Bangunan ruang tunggu ini harus diperhatikan, karena kalau tidak ditanggapi serius maka akan berdampak pada hal lain misalnya jembatannya patah atau rubuh,” pungkasnya.

Selain meninjau kondisi ruang tunggu pelabuhan sebagai agenda utama on the spot, Tim Pansus berkesempatan pula untuk mengunjungi Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Sekolah di ohoi setempat.

 

Pos terkait