7227 Jiwa Mengungsi, 225 Unit Rumah Rusak Akibat Gempa Tehoru

  • Whatsapp

Ambon, MalukuPost.com – Gempa bumi dengan kekuatan 7,2 Skala liter (SR) yang mengguncang wilayah Maluku Tengah, Rabu 15 Juli 2019, pukul 18.10 WIT kemarin, menyisakan banyak duka.

Data sementara badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Tengah, Kamis (17/6/2021) menyebutkan, sebanyak 7227 jiwa mengungsi di empat wilayah, yaitu desa desa Tehoru, desa Saunulu, desa Haya, dan desa Yaputih. Sementara jumlah bangunan rumah yang mengalami kerusakan dari sebelumnya 32 unit bertambah menjadi 225 unit dan 1 talud penahan ombak.

Plt Kepala BPBD Maluku Tengah, Abdul Latif Key mengatakan, data jumlah rusak itu masih bisa bertambah, karena masih dilakukan pendataan.

“Data ini bisa saja berubah, karena warga masyarakat ada yang belum pulang rumah karena masih berada di lokasi pengungsian,”ujarnya.

Abdul menandaskan, pihaknya belum bisa memberikan kepastian status kerusakan yakni berapa rusak berat, rusak ringan maupun rusak ringan, karena kewenangannya ada di Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Dan Dinas Perumahan.

“Jadi yang ada saat ini total kerusakan, tim dari Dinas PUPR dan Dinas Perumahan akan turun untuk mengecek langsung ke lapangan,”ungkapnya.

Dijelaskan Abdul, untuk kebutuhan pengungsi telah dikirimkan bantuan tanggap darurat berupa tenda pengungsi, terpal, selimut dan tikar. Kemudian Dinas Kesehatan juga telah menerjunkan tenaga kesehatan dibantu tenaga dari puskesmas untuk mengontrol kesehatan masyarakat di tempat pengungsian.

“Kondisi terakhir saat ini, tidak ada lagi terjadi gempa susulan. Dari pagi sampai saat ini tidak ada gempa,”imbuhnya.

Pos terkait