Hubungan Gubernur Murad dan Wagub Orno Kembali Akur

  • Whatsapp
Gubernur Maluku, Murad Ismail dan Wakil Gubernur Maluku, Barnabas. N. Orno
Gubernur Maluku, Murad Ismail dan Wakil Gubernur Maluku, Barnabas. N. Orno

Murad: “Wagub Sudah Cukup Kita Bermain Sandiwara”

Ambon, MalukuPost.com – Dinginnya hubungan antara Gubernur Maluku Murad Ismail dan Wakil Gubernur (Wagub) Barnabas Orno yang telah berjalan setahun, kini kembali akur.

Islah ini ditandai dengan diberikan peran kepada Wakil Gubernur, Murad dalam menjalankan roda pemerintahan, termasuk sebagai Chief de Mission (CdM) Kontingen Maluku untuk Pekan Olaharaga Nasional (PON) ke-XX di Papua oktober mendatang.

Berdasarkan pantauan media ini, keharmonisan kedua pemimpin di bumi raja-raja itu juga dipancarkan dalam berbagai momen pertemuan, salah satunya rapat koordinasi pemantauan dan evaluasi terpadu, perbaikan rumah rusak akibat bencana Gempa Bumi tahun 2019, dan baru-baru ini keduanya menghadiri peresmian Pastori Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM), yang terletak di Jln Tulukabessy, Mardika, Kecamatan Sirimau, Ambon, Jumat (11/06/2021) lalu.

Dalam momen pengresmuan pastori ketua sinode GPM tersebut, Gubernur Murad Ismail mengumpamakan kehidupannya bersama Wagub seperti bermain sandiwara, yang tidak punya judul, kapan harus menjadi peran utama, kapan harus menjadi pemeran pembantu, dan kapan harus menjadi penonton, hanya mereka yang tahu.

“Saya katakan sama Wagub, sudah cukup kita bermain sandiwara,”pintanya.

Gubernur Mutad katakan, Wagub merupakan raja di kabupaten Maluku Barat Daya, sedangkan dirinya adalah raja di Maluku.

“Jadilah raja di zaman-mu, ketika zamanmu tidak menghendaki kamu menjadi raja maka kamu turun, berikan kepada orang lain. Wagub itu raja di MBD, sekarang saya Raja di Maluku, jadi kamu ikut saya, sudahlah cukup kita bermain sandiwara,”ungkapnya.

Gubernur Murad menambahkan, dengan dselesaikannya sandiwara itu maka ada banyak masalah lain yang harus diselesaikan bersama-sama.

“Begitu sandiwara kita selesaikan, ada banyak lagi masalah lain yang harus diselesaikan bersama-sama. Ini hidup susah-susah enak,”cetusnya.

Pos terkait