Euforia Sepak Bola Di Kei, Komunitas Fans Brazil Gelar Aksi Menanam Pohon

Kegiatan konvoi dan penanaman pohon oleh Komunitas Fans Brazil Kota Tual dan Malra. Sabtu (3/7/2021).

Langgur, Malukupost.com – Perhelatan dua agenda sepak bola bertaraf internasional yang sementara digelar yakni Euro 2020 dan Copa Amerika 2021, menimbulkan berbagai dampak positif bagi pecinta sepak bola dunia.

Perhelatan akbar sepak bola tersebut masing-masing digelar oleh Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) dan Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (Conmebol).

Euforia juga dirasakan oleh para penggemar (fans) di Kepulauan Kei dalam mendukung masing-masing tim idola mereka yang berlaga di dua iven tersebut. Salah satunya adalah Komunitas Fans Brazil Kota Tual dan Malra, turut merasakan euforia tersebut.

Kepada Malukupost.com, Ketua Umum komunitas Norjen Jacko menjelakan, sejak perhelatan Euro dan Copa Amerika digelar bersamaan di tahun ini, di dua daerah muncul berbagai komunitas fans pendukung masing-masing tim.

“Katong samua berharap bahwa euforia ini unjungnya itu harus ada nilai positif untuk hal-hal sosial kemasyarakatan (publik) di dua daerah ini. Artinya, dalam momentum dua agenda sepakbola akbar ini kita semua hadir bukan hanya sekedar euforia sesaat saja,” ujarnya.

Norjen mengungkapkan, pihaknya telah menyusun beberapa rencana untu melaksaakan kegiatan sosial kemayarakatan sambil mendkung timnas Brazil.

“Katong menyusun beberapa rencana untuk membuat kegiatan-kegiatan sembari katong euforia bola mendukung timnas idola. Katong memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan pesan-pesan moral yang positif terhadap masyarakat di dua daerah ini,” ujarnya.

Untuk diketahui, salah satu kegiatan positif komunitas dalam euforia dimaksud yakni kampanye merah-putih.

“Teman-teman semua bisa lihat bahwa yang lebih dulu menggagas pawai (konvoi) merayakan kemenangan tim idola dengan membawa bendera merah-putih dan simbol-simbol NKRI yang dibawa saat konvoi itu adalah komunitas fans Brazil,” katanya

Norjen menambahkan, gagasan kampanye merah-putih yang diterapkan dalam setiap konvoi merupakan bagian dari pesan-pesan moral untuk tetap mencintai NKRI

“Kampanye merah-putih dalam euforia pawai fans Brazil itu untuk membangkitkan emosional kita agar lebih cinta tanah air Indonesia dengan tetap mengedapankan sporitiftas mengagumi/mengidolakan tim (negara) dalam olahraga sepakbola,” tandasnya

Selain kampanye merah-putih, komunitas juga melaksanakan aksi menanam pohon lindung.
“Kenapa harus menanam pohon, katong sama-sama tahu bahwa di Kota Tual ini kondisi hutannya cukup menyedihkan. Selain itu, isu tentang Global Warning (terkait lingkungan hidup) kini menjadi isu dunia,” bebernya.

Untuk itu, melalui momentum sepakbola (Euro dan Copa) ini, komunitas Fans Brazil Tual dan Malra berkesempatan untuk mengkampanyekan pesan sosial kepada semua warga mayarakat di dua daerah ini bahwa penting untuk memelihara lingkungan, yang salah satunya adalah menanam kembali pohon-pohon.

Norjen mengungkapkan, terkait insiden keributan yang terjadi saat konvoi beberapa fans Brazil, itu diluar kendali pihaknya.

“Terkait keributan yang terjadi, kita tidak bisa menafikan bahwa ada beberapa anak-anak, teman-teman dan saudara-saudara kita yang hadir dengan atribut timnas Brazil disitu, dan kita semua tahu kalau tidak semua yang ada dalam keributan adalah fans Brazil. Insiden keributan ini adalah diluar dari kendali kita, dan kita tidak tahu motifnya itu apa,” bebernya.

Dijelaskannya, sesuai agenda komunitas yakni pada tanggal tanggal 3 Juli 2021 saat timnas Brazil melakoni laga di babak perempat final, maka semua keluarga besar Komunitas Fans Brazil Tual dan Malra melakukan nonton bareng (nobar) yang dipusatkan di Mitra Mart (lokasi sekitar Dumar, Kota Tual).

“Kegiatan nobar itu sudah terjadwal dalam pamflet undangan resmi yang kami sebarkan di media sosial. Selanjutnya setelah nobar, kita melakukan konvoi bersama dengan tertib menuju ke lokasi wisata desa Difur, Kota Tual,” bebernya.

Diungkapkan Norjen, kegiatan menanam pohon tersebut telah dibicarakan bersama sebelumnya mendapat respon positif, sehingga dilibatkan pula komunitas-komunitas pecinta alam (Himalaya) dan pihak TNI.

“Program ini bukan program tiba saat tiba akal, ini terencana dengan baik karena kita berpikir bahwa melalui euforia sepakbola ini kita harus dapat memberikan kontribusi dan sumbangsih positif.
Sehingga kejadian yang terjadi di wilayah sekitar Un dan Watdek tidak ada hubungannya sama sekali dengan kegiatan kami secara umum komunitas yang telah tersusun,” tukasnya.

“Ini harus kami sampaikan kepada publik bahwa tidak ada sama sekali korelasi antara chaos (gesekan) yang terjadi dengan kegiatan penanaman pohon oleh komunitas,” katanya lagi.

Selaku ketua umum komunitas, dirinya menghimbau menghimbau kepada seluruh warga Kota Tual dan Malra agar tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan umum sebagai prioritas utama, teistimewa selama pandemi Covid-19.

“Kami meminta juga untuk setiap komunitas fans sepakbola lainnya di dua daerah ini agar bersama-sama membantu pemerintah daerah dan pihak TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan, apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Mari kita patuhi protokol kesehatan (prokes), karena Covid dengan varian baru ini sangat mengancam. Kita semua tahu bahwa di dua daerah ini sudah ada beberapa orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Ini merupakan ancaman bagi kita semua, sehingga dalam aktifitas keseharian pun harus mengutamakan prokes dalam rangka menjaga stabilitas kesehatan dan keamanan dua daerah ini, agar pemerintah daerah setempat dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang terkait dengan hajat hidup orang banyak,” pungkasnya.

Pos terkait