Hadiri Paripurna DPRD Malra, Bupati Hanubun Sampaikan Realisasi APBD 2020

  • Whatsapp
Bupati Maluku Tenggara Drs. Hi. Muhamad Thaher Hanubun menyampaikan realisasi APBD Tahun Anggaran 2020 dalam Paripurna DPRD Kabupaten Maluku Tenggara di Langgur, Jumat (16 Juli 2021).

Langgur, Malukupost.com – Bupati Maluku Tenggara (Malra) M. Thaher Hanubun menyampaikan realisasi APBD Tahun Anggaran 2020 di hadapan Pimpinan dan Anggota DPRD Malra.

Penyampaian realisasi APBD dimaksud disampaikan Bupati Hanubun saat Paripurna oleh DPRD setempat terkait penyampaian penjelasan Bupati terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun anggaran 2020 di Langgur, Jumat (16 Juli 2021).

Bupati Hanubun menjelaskan, Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Maluku Tenggara Tahun Anggaran 2020 secara konstitusional merupakan kewajiban Pemerintah Daerah pada setiap akhir tahun anggaran kepada DPRD.

Untuk diketahui, Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Maluku Tenggara Tahun Anggaran 2020 yang disampakan Bupati Hanubun mencakup tiga bagian.

Bagian Pertama adalah Pendapatan Daerah (terdiri atas pendapatan asli daerah, pendapatan transfer, lain-lain pendapatan yang sah).

Pendapatan asli daerah ditetapkan sebesar Rp. 45.847.921.693,32 (Empat Puluh Lima Miliar, Delapan Ratus Empat Puluh Tujuh Juta, Sembilan Ratus Dua Puluh Satu Ribu, Enam Ratus Sembilan Puluh Tiga Rupiah, Tiga Puluh Dua Sen), dan sampai dengan 31 Desember 2020 terealisir sebesar Rp. 44.258.115.564,63 (Empat Puluh Empat Miliar, Dua Ratus Lima Puluh Delapan Juta, Seratus Lima Belas Ribu, Lima Ratus Enam Puluh Empat Rupiah, Enam Puluh Tiga Sen) atau 96,53 persen.

Pendapatan Transfer dianggarkan sebesar Rp. 853.317.610.116,36 (Delapan Ratus Lima Puluh Tiga Miliar, Tiga Ratus Tujuh Belas Juta, Enam Ratus Sepuluh Ribu, Seratus Enam Belas Rupiah, Tiga Puluh Enam Sen). Sampai dengan 31 Desember 2020 terealisir sebesar Rp. 847.949.565.194,00 (Delapan Ratus Empat Puluh Tujuh Miliar, Sembilan Ratus Empat Puluh Sembilan Juta, Lima Ratus Enam Puluh Lima Ribu , Seratus Sembilan Puluh Empat Rupiah) atau 99,37 persen.

Untuk Lain-Lain Pendapatan Yang Sah berupa Pendapatan Hibah, dianggarkan sebesar Rp. 10.679.920.000,00 (Sepuluh Miliar, Enam Ratus Tujuh Puluh Sembilan Juta, Sembilan Ratus Dua Puluh Ribu Rupiah), terealisasi sebesar Rp. 13.483.281.801,77 (Tiga Belas Miliar, Empat Ratus Delapan Puluh Tiga Juta, Dua Ratus Delapan Puluh Satu Ribu, Delapan Ratus Satu Rupiah, Tujuh Puluh Tujuh Sen) atau 126,25 persen.

Bagian Kedua adalah Belanja Daerah, dimana pada Tahun Anggaran 2020 dianggarkan sebesar Rp. 1.030.151.616.054,36 (Satu Triliun, Tiga Puluh Miliar, Seratus Lima Puluh Satu Juta, Enam Ratus Enam Belas Ribu, Lima Puluh Empat Rupiah, Tiga Puluh Enam Sen), yang kemudian pada Perubahan APBD berkurang sebesar 9,36 persen menjadi Rp. 933.693.959.288,64 (Sembilan Ratus Tiga Puluh Tiga Miliar, Enam Ratus Sembilan Puluh Tiga Juta, Sembilan Ratus Lima Puluh Sembilan Ribu, Dua Ratus Delapan Puluh Delapan Rupiah, Enam Puluh Empat Sen).

Sampai dengan 31 Desember 2020, Belanja Daerah terealisir sebesar Rp. 915.110.478.781,47 (Sembilan Ratus Lima Belas Miliar, Seratus Sepuluh Juta, Empat Ratus Tujuh Puluh Delapan Ribu, Tujuh Ratus Delapan Puluh Satu Rupiah, Empat Puluh Tujuh Sen) atau 98,01 persen.

Belanja Daerah yang teralisir dimaksud mencakup belanja opeasi, belanja modal, belaja tak terduga serta belanja transfer.

Belanja Operasi; dianggarkan sebesar Rp. 755.599.279.266,13 (Tujuh Ratus Lima Puluh Lima Miliar, Lima Ratus Sembilan Puluh Sembilan Juta, Dua Ratus Tujuh Puluh Sembilan Ribu, Dua Ratus Enam Puluh Enam Rupiah, Tiga Belas Sen), terealisir sebesar Rp. 741.496.139.970,47 (Tujuh Ratus Empat Puluh Satu Miliar, Empat Ratus Sembilan Puluh Enam Juta, Seratus Tiga Puluh Sembilan Ribu, Sembilan Ratus Tujuh Puluh Rupiah Empat Puluh Tujuh Sen) atau 98,13 persen.

Belanja Modal; dianggarkan sebesar Rp. 170.898.113.024,00 (Seratus Tujuh Puluh Miliar, Delapan Ratus Sembilan Puluh Delapan Juta, Seratus Tiga Belas Ribu , Dua Puluh Empat Rupiah), terealisir sebesar Rp. 166.896.933.389,00 (Seratus Enam Puluh Enam Miliar, Delapan Ratus Sembilan Puluh Enam Juta, Sembilan Ratus Tiga Puluh Tiga Ribu, Tiga Ratus Delapan Puluh Sembilan Rupiah) atau sebesar 97 ,66 persen.

Belanja Tak Terduga; dianggarkan sebesar Rp. 5.796.029.278,51 (Lima Miliar, Tujuh Ratus Sembilan Puluh Enam Juta, Dua Puluh Sembilan Ribu, Dua Ratus Tujuh Puluh Delapan Rupiah, Lima Puluh Satu Sen), terealisir sebesar RpS.318.302.402,00 (Lima Miliar, Tiga Ratus Delapan Belas Juta, Tiqa Ratus Dua Ribu, Empat Ratus Dua Rupiah) atau sebesar 91, 76 persen.

Belanja Transfer; dianggarkan sebesar Rp. 1.400.537.720,00 (Satu Miliar, Empat Ratus Juta, Lima Ratus Tiga Puluh Tujuh Ribu, Tujuh Ratus Dua Puluh Rupiah), terealisir sebesar Rp. 1.399.103.020,00 (Satu Miliar, Tiga Ratus Sembilan Puluh Sembilan Juta, Seratus Tiga Ribu, Dua Puluh Rupiah) atau 99,90 persen.

Untuk bagian Ketiga yakni Pembiayaan, dijelaskan bahwa pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2020, Pembiayaan Netto dianggarkan sebesar Rp. 23.848.507.478,96 (Dua Puluh Tiga Miliar, Delapan Ratus Empat Puluh Delapan Juta, Lima Ratus Tujuh Ribu, Empat Ratus Tujuh Puluh Delapan Rupiah, Sembilan Puluh Enam Sen).

Sampai dengan 31 Desember 2020, realisasi Pembiayaan Netto sebesar Rp. 23.848.507.478,96 (Dua Puluh Tiga Miliar, Delapan Ratus Empat Puluh Delapan Juta, Lima Ratus Tujuh Ribu, Empat Ratus Tujuh Puluh Delapan Rupiah, Sembilan Puluh Enam Sen), yang berasal dari selisih lebih antara Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp. 28.648.507.478,96 (Dua Puluh Delapan Miliar, Enam Ratus Empat Puluh Delapan Juta, Lima Ratus Tujuh Ribu, Empat Ratus Tujuh Puluh Delapan Rupiah, Sembilan Puluh Enam Sen) dan Pengeluaran Pembiayaan Daerah sebesar Rp. 4.800.000.000,00 (Empat Miliar, Delapan Ratus Juta Rupiah).

Dari selisih antara realisasi Pendapatan Daerah dan Belanja Daerah, terjadi Defisit sebesar Rp. 9.419.516.221,07 (Sembilan Miliar, Empat Ratus Sembilan Belas Juta, Lima Ratus Enam Belas Ribu, Dua Ratus Dua Puluh Satu Rupiah, Tujuh Sen), serta realisasi Pembiayaan Netto sebesar Rp. 23.848.507.478,96 (Dua Puluh Tiga Miliar, Delapan Ratus Empat Puluh Delapan Juta, Lima Ratus Tujuh Ribu, Empat Ratus Tujuh Puluh Delapan Rupiah, Sembilan Puluh Enam Sen).

Dengan demikian, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenan (SILPA) sebesar Rp. 14.428.991.257,89 (Empat Belas Miliar, Empat Ratus Dua Puluh Delapan Juta, Sembilan Ratus Sembilan Puluh Satu Ribu, Dua Ratus Lima Puluh Tujuh Rupiah, Delapan Puluh Sembilan Sen).

 

Pos terkait