“Untuk itu, jangan hanya bisa menjadi pemandu tapi harus menjadi pemain dan harus turun ke lapangan untuk menentukan strategis mana yang harus diperangi. Kalau kita tidak mempunyai visi dan misi artinya kita siap bekerja untuk orang lain menghidupkan mimpi-mimpi orang lain, skalak saja pada apa yang kita pilih,”tegasnya.
Gubernur Murad menambahkan, ada dua cara untuk berubah, yang pertama mereka yang sakit hatinya atau kedua mereka yang terbuka pikiran.
“Bagi para pertarung bukan pukulan terakhir yamg membuat lawan jatuh, tetapi 99 persen adalah pukulan dari awal pertandingan yang membuat lawan itu tersungkur. Orang-orang yang paling menyesal di dunia ini apabila dia punya kesempatan, kekuasaan, tapi tidak melakukan apa-apa,”pungkasnya.


