Bernardus, Peraih Medali Pertama Untuk Maluku Di Ajang PON 1951

  • Whatsapp
Pelari jarak menengah asal Maluku J. Bernardus (331) berdiri di podium juara 2 setelah berhasil meraih medali perak lari 1.500 meter pada PON II di Jakarta tahun 1951. Inilah medali pertama yang direbut atlet Maluku untuk Provinsi Maluku. (foto anri)
Pelari jarak menengah asal Maluku J. Bernardus (331) berdiri di podium juara 2 setelah berhasil meraih medali perak lari 1.500 meter pada PON II di Jakarta tahun 1951. Inilah medali pertama yang direbut atlet Maluku untuk Provinsi Maluku. (foto anri)

Laporan Rudi Fofid-Ambon

Malukupost.com – Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama kali digelar di Surakarta, tahun 1948. Waktu itu, Maluku belum mengirim kontingennya. Barulah pada PON II di Jakarta tahun 1951, Maluku hadir dan unjuk gigi. Sekali tampil bersama 13 provinsi, Maluku sudah memulai tradisi perolehan medali.

Maluku saat itu mengirim 141 atlet, terdiri 33 putri dan 138 putra. Mereka mengikuti cabang olahraga sepakbola, pencak silat, bola tangan, atletik, bulutangkis, dan kasti. Hari-hari pertarungan ketat dengan atlet-atlet DKI, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara, Maluku akhirnya kurang bersinar pada hampir semua cabang.

Di tengah paceklik medali, pelari jarak menengah Maluku J. Bernardus turun berlari di nomor lari 1.500 meter putera. Pada babak final, Bernardus masuk finis di urutan kedua, di belakang pelari Mohammad Amin (Sulawesi Selatan), tetapi unggul atas pelari Totho Subianto (DKI Jakarta).

Dengan hasil itu, Bernardus berhak meraih medali perak. Medali perak inilah yang dicatat sebagai medali bersejarah. Inilah kali pertama putera Maluku meraih medali untuk kontingen Maluku di ajang PON. Prestasi ini rupanya menjadi penyemangat bagi rekan-rekannya di cabang olahraga bola keranjang. Tim putera Maluku berhasil meraih medali perunggu.

Dengan demikian, pada PON II, Maluku sukses membawa pulang dua medali nan bersejarah, sekalipun belum bawa pulang medali emas. Hasil itu menempatkan Maluku pada posisi 10 dari 13 provinsi. (Malukupost/Arsip Nasional)

Pos terkait