Warga Kei Besar Selatan Barat Resmi Miliki Penyulingan Air Laut Menjadi Air Tawar

  • Whatsapp
Peresmian Desalinasi (penyulingan air laut menjadi air tawar) di kabupaten Maluku Tenggara. Sabtu (6/9/2021).

Langgur, MalukuPost.com – Kerinduan masyarakat di Kecamatan Kei Besar Selatan Barat Kabupaten Maluku Tenggara Provinsi Maluku terhadap kebutuhan air bersih kini mulai terjawab.

Hal tersebut ditandai dengan hadirnya alat Desalinasi atau alat penyulingan air laut menjadi air tawar di Ohoi (Desa) Rahangiar yagn diresmikan oleh Bupati Malra M. Thaher Hanubun, Sabtu (4/9/2021).

Bupati Hanubun menjelaskan, Kecamatan Kei Besar Selatan Barat adalah wilayah yang telah ditetapkan oleh Pemerintah melalui Perpres Presiden nomor 18 tahun 2020 menetapkan sebagai pintu gerbang Negara atau wilayah perbatasan Negara, dan kecamatan ini masuk dalam Lokasi Prioritas (LOKPRI) serta Kawasan Nasional Tertentu (KNT).

Menurutnya, salah satu persoalan daerah tersebut adalah kebutuhan air bersih untuk warga masayarakat.

“Ini hanya upaya kecil dari kami untuk masyarakat dengan anggaran kurang lebih Rp. 1,8 miliar untuk adanya mesin desalinasi, bak penampung dan jaringan air ke masyarakat khususnya di Ohoi Rahangiar saat ini,” katanya.

“Maka Pemkab Malra dengan upaya kecil saat ini berusaha menjawab persoalan tersebut dengan menghadirkan alat desalinasi yang mana kita resmikan dan uji coba kwalitas airnya saat ini di Ohoi Rahangiar,” katanya lagi.

Diakuinya, fasilitas sumber air tawar yang dapat melayani warga tersebut telah dibangun oleh Pemkab Malra tahun 2019.

Namun karena persoalan Kepala Ohoi (desa) setempat, sehingga apa yang sudah dibangun itu dirusak dan tidak dapat dimanfaatkan oleh ohoi-ohoi lainnya.

Untuk diketahui, alat yang baru diresmikan bisa melayani lima ohoi di kecamatan itu. Alat penunjang lainnya berupa bak penampung di puncak gunung juga sudah dibangun.

“Alat ini sudah kita resmikan dan uji coba hari ini dimana hasilnya sangat baik, dan sekarang bagaimana kita berupaya untuk dapat melayani ohoi lainnya seperti Uwat, Ngan, Ohoilean, Watkidat dan Weduar Fer,” tukasnya.

Dirinya berharap, Dinas PUTR dapat bekerja dengan cerdas agar dalam perencanaan berikutnya harus melayani ohoi-ohoi lainnya melalui jaringan-jaringan air ke ohoi dan masyarakat.

Kecamatan Kei Besar Selatan Barat saat ini juga sudah dibangun menara telekomunikasi setinggi 72 meter untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam hal telekomunikasi dan internet.

Selain itu, di kecamatan tersebut sementara dilakukan pembangunan puskesmas untuk pelayanan kesehatan warga, upaya pelayanan listrik pada tiga desa yang belum teraliri listrik, serta pembangunan jalan dari ohoi ke ohoi sekalipun medan yang cukup sulit.

“Perjuangan dengan kasih tidak berhenti, maka saya minta dukungan dari seluruh masyarakat dan dapat menjaga aset-aset ini, karena semua ini tidak datang dengan sendirinya, ada perjuangan baru adanya progres pembangunan di daerah ini. Jabatan dipakai untuk melayani masyarakat, kalau tidak dipakai maka taruh atau berhenti dari jabatan itu, perlu sebuah komitmen pelayanan dari Pemda dan komitmen kita hingga tahun 2022 air bersih dan juga lainnya dapat melayani masyarakat di wilayah ini,” pungkasnya.

Usai peresmian tersebut, Bupati Hanubun yang didampingi Danlanal Tua, Danlanud Dumatubun Langgur, Kapolres Tual, Kajari Tual serta Pimpinan DPRD setempat meneguk (minum) air hasil deselinasi tersebut.

Pos terkait