Bupati Malteng Diminta Copot Fahriah Tuasamu Dari Jabatan Kapus Tulehu

  • Whatsapp

Ambon, MalukuPost.com – Fahriah Tuasamu dinilai tidak layak menjabat sebagai Kepala Puskemasmas (Kapus) Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah karena diduga sering menyalahgunakan kewenangannya yang berimbas kepada tenaga kesehatan yang bekerja di tempat itu, juga kepada pasien.

Narasumber media ini yang enggan menyebutkan namanya meminta Bupati Maluku Tengah (Malteng), Tuasikal Abua untuk segera mencopot Fahriah Tuasamu sebagai kapus karena selama kepempimpinan terlihat kalau yang bersangkutan sangat arogan bahkan kadang mengancam pegawai sehingga banyak dari mereka yang merasa tidak nyaman.

“Kami membutuhkan pemimpin yang tidak arogan, tidak egois dan harus ada transparansi keuangan baik dana JKN, BOK dan dana Covid-19,” tandasnya.

Sumber katakan, fahriah memotong dana covid-19 dari 3 staf puskemas masing-masing sebesar Rp1.100.000 (satu juta seratus ribu rupiah) hanya dengan alasan untuk pembelian laptop namun sampai saat ini tidak ada bukti pembelian laptop.

“Ibu Fahriah juga melakukan pemotongan Jasa JKN tahap pertama bulan Januari – Maret nilai totalnya Rp.2 juta dan untuk periode April – Juni totalnya sebesar Rp9.2 juta,” ungkapnya.

Dijelaskan sumber, uang jasa JKN yang dipotong akibat terlabat saat apel pagi maupun ketidakhadiran namun fahriah selaku kapus juga menunjukan keterlambatan bahkan sering pulang lebih cepat. Selain itu ada beberapa program yang dibiayai dari dana BOK yang seharusnya dikonsultasikan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah ternyata tidak diizinkan melakukan konsultasi.

“Uang jasa JKN itu juga tidak tahu dikemanakan, entah disetor ke Dinas Kesehatan wallahuallam. Hal-hal inilah yang membuat kami tidak nyaman dan resah dengan arogansi Fahriah Tuasamu sebagai Kapus Tulehu Kecamatan Salahutu,” tegasnya.

Sumber juga meminta Bupati Maluku Tengah menyikapi persoalan ini dengan segera mengganti atau memindahkan yang bersangkutan dari Puskesmas Tulehu, Kecamatan Salahutu jika ingin memajukan kesehatan masyarakat.

“Staf dan tenaga kesehatan saja sudah seperti itu, dipastikan pelayanan kepada pasien-pasien yang berobat ke puskesmas bakal tidak maksimal,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Puskemas Tulehu, Fahriah Tuasamu  dikonfirmasi media ini via Whatsappnya belum memberikan tanggapannya hingga berita ini dipublikasikan.

Pos terkait