Djago Toea AM Sangadji, Mulia Di Sana Diabaikan Di Sini

  • Whatsapp
Para narasumber Bacarita Pahlawan AM Sangadji yakni Anggota DPRD Maluku Fauzan Alkatiri, akademisi Universitas Pattimura Semmy Touwe SPd MPd, Kadis Sosial Sartino Pining, dan cicit AM Sangadji yakni Kamil Mony, dan pemandu acara Nurabia Tuasikal. Para narasumber sepakat memperjuangkan AM Sangadji sebagai pahlawan nasional. (foto rudi fofid)
Para narasumber Bacarita Pahlawan AM Sangadji yakni Anggota DPRD Maluku Fauzan Alkatiri, akademisi Universitas Pattimura Semmy Touwe SPd MPd, Kadis Sosial Sartino Pining, dan cicit AM Sangadji yakni Kamil Mony, dan pemandu acara Nurabia Tuasikal. Para narasumber sepakat memperjuangkan AM Sangadji sebagai pahlawan nasional.(foto rudi fofid)

Laporan Rudi Fofid-Ambon

Malukupost.com – Sepak terjang Sang Djago Toea Abdul Muthalib Sangadji dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia didiskusikan di Kahf Coffee & Eatery Wara, Ambon, Jumat (15/10). Salah satu pendapat ironis yang dilontarkan adalah sosok heroik ini dimuliakan di tempat lain tetapi diabaikan di daerah sendiri.

Acara Bacarita Pahlawan AM Sangadji Menuju Indonesia Merdeka digagas KAHMI Maluku-Maluku Utara dan Abdoel Moethalib Institute. Acara dipandu Nurabia Tuasikal, menghadirkan empat narasumber yakni Anggota DPRD Maluku Fauzan Alkatiri, akademisi Universitas Pattimura Semmy Touwe SPd MPd, Kadis Sosial Sartino Pining, dan cicit AM Sangadji yakni Kamil Mony.

Anggota DPRD Maluku Fauzan Alkatiri memaparkan pengalamannya tentang perjalanan ke Kalimantan. Di sana, ia bertemu dengan orang-orang yang menjadi saksi perjuangan dan kepahlawanan AM Sangadji. Alkatiri menyebutkan, di Kalimantan, sosok AM Sangadji sangat populer dan dihormati, sampai dibuatkan monumennya.

“AM Sangadji sangat dimuliakan di tempat lain tetapi diabaikan di daerah sendiri. Bagaimana dengan Pemerintah Provinsi Maluku?” Ujar Alkatiri.

Akademisi Semmy Touwe juga melontarkan kekecewaannya kepada Pemerintah Provinsi Maluku yang kurang mengupayakan gelar pahlawan nasional kepada sosok-sosok pejuang nasional asal Maluku. Padahal, kata Touwe, ada banyak nama yang layak menjadi pahlawan nasional.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku Sartono Pining mengaku, proses pengusulan gelar pahlawan nasional bagi AM Sangadji sementara berlangsung. Dukungan politik dari DPRD Provinsi Maluku pun sudah ada, dan terutama dari ahli waris AM Sangadji. Ia meminta dukungan seluas-luasnya dari seluruh elemen masyarakat Maluku agar perjuangan menjadikan AM Sangadji sebagai pahlawan bisa terwujud tahun 2022.

Pada kesempatan bacarita tersebut, cicit AM Sangadji yakni Kamil Mony memaparkan secara ringkas sepak-terjang AM Sangadji dari masa ke masa, namun tidak ditulis dalam sejarah. Mony menyebutkan, rekan seperjuangan AM Sangadji seperti Agus Salim dan HOS Tjokroaminoto sudah menjadi pahlawan nasional, tetapi AM Sangadji belum mendapat pengakuan tersebut. (Malukupost)

Pos terkait