Ambon, MalukuPost.com – Puluhan sopir angkutan kota (angkot) jurusan Alang dan Liliboi datangi kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Maluku, Air Salobar, Kota Ambon, pada Rabu, (27/10/2021). untuk meminta terminal yang pasti dalam menaikan dan menurunkan penumpang.
“Selama ini belum ada katong (kita) punya terminal yang pasti. Petugas suruh katong masuk Batu Merah tapi belum ada terminal yang pasti, Jadi katong cuma minta katong punya terminal yang pasti saja, supaya katong punya penumpang dari kampung itu bisa tahu terminalnya sebelah mana,” ungkap salah salah satu sopir, Yosan Siwalette dengan dialek Ambon.
Yosan mengakui, akibat dari tidak adanya terminal yang pasti, membuat mereka merasa terganggu. Pasalnya, saat memuat penumpang dari kampung menuju Underpass mereka disuruh belok arah.
“Kalau disuruh belok kaya sistem mobile, sampe (sampai) buang penumpang langsung jalan, lalu penumpang yang katong tadi datang dengan dorang (mereka) itu mau dikemanakan? Intinya kami tuntut terminal yang pasti dan nyaman saja,” tandasnya.
Ditempat yang sama, salah satu pegawai Dishub Provinsi Maluku, Muhamat Talla menyampaikan, pihaknya sebenarnya tidak punya otoritas untuk mengatur karena sebenarnya kewenangan itu berada di kota Ambon.
“Provinsi seng (tidak) ada terminal. Beta seng bicara lebih banyak, yang penting beta ada tenangkan beta punya sudara-sudara ini (sopir angkot) untuk memahami. Nanti katong biking pertemuan,” ujarnya.
Talla kataan, pihaknya akan berkordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk mencari solusi dari masalah itu.
“Kalau katong mau cari solusi, mesti ada koordinasi. Memang ada beberapa hal yang harus dibicarakan dengan Pemkot. Mereka harus dapat informasi, nanti hari Senin atau Selasa beta akan rapat dan beta akan kasi informasi ke mereka,” bebernya.
Talla menambahkan, soal transportasi dan terminal di dalam kota Ambon, pihak Provinsi tidak punya kewenangan dalam mengatur.
“Katong hanya back up, katong hanya bersifat mengawasi dan membina saja. Karena mereka ini dari Jazirah, maka itu diantara Maluku Tengah dan kota Ambon, nah katong ini berperan untuk membina dong saja,” pungkasnya dengan dialek Ambon.


