BPS dan BRIN Gelar Diseminasi Hasil Penelitian Pandemi Covid-19 Sosial Demografi

  • Whatsapp

Ambon, MalukuPost.com – Tim riset kerjasama antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), menggelar desiminasi hasil penelitian tentang Pandemi Covid-19 dari prespektif sosial demografi (analisis tema khusus long form sensus penduduk 2020).

Kegiatan dibawah koordinasi Pusat Riset Kependudukan-BRIN, berlangsung di Ambon, rabu (17/11/2021), Dihadiri peserta dari BPS BPS Provinsi Maluku, Bappeda Maluku, Dinas Sosial Maluku, BPS Maluku Tengah, Dinas Kesehatan Maluku Tengah, Tokoh Adat Naulu, Kapitan Rounussa Maluku Tengah, Akademisi Universitas Pattimura.

Sari Seftiani

Sari Seftiani, salah satu peneliti dari BRIN, mengatakan desiminsasi yang dilaksanakan ini, untuk menyampaikan hasil kajian yang dilakukan BPS dan BRIN, serta merefleksikan pembelajaran dari lokasi penelitian yang dapat menjadi pengetahuan bersama, untuk dapat pulih lebih baik melalui penguatan kapasitas dan sumber daya lokal untuk keberlanjutan di masa mendatang.

Menurut Seftiani, dari hasil kajian yang dilakukan September 2020, ternyata pandemi Covid-19 memberikan hubungan dua arah. Disatu sisi aspek sosial demografi itu memiliki pengaruh terhadap kerentanan suatu wilayah atau penduduk terhadap penyebaran kasus Covid-19.

“Namun disisi lain juga berdampak pada aspek sosial demografi yaitu misalnya fertilitas, mortalitas, dan migrasi, ataupun misalnya kecenderungan perubahan perilaku terkait aspek demografi dimaksud,” ujarnya.

Seftiani berharap, melalui kegiatan tersebut akan diperoleh banyak masukan dari para peserta untuk memperkaya hasil penelitian. Sehingga nantinya dapat mendukung dalam menyusun kebijakan daerah.

Dijelaskan Seftiani, berdasarkan temuan di lapangan kondisi demografi seperti struktur umur dan persepsi masyarakat terhadap pandemi memengaruhi kerentanan masyarakat adat suku Nuaulu (objek) terhadap COVID-19. Praktik- praktik adat dan keagamaan yang tetap berlangsung selama masa pendemi menjadi celah yang patut untuk diwaspadai terkait penyebaran virus COVID-19..

“Sebaliknya, dampak COVID-19 terhadap kondisi sosial demografi juga lebih bersifat kasuistik. Lalu bagaimana respon masyarakat adat Suku Naulu terhadap Vaksinasi Covid-19?, Berdasarkan penelitian di September 2020 jumlah yang divaksin saat itu masih relatif kecil, karena sebagian besar masyarakat masih masih takut untuk divaksin,” katanya.

“Mereka dengar dari berita-berita yang tersebar bahwa vaksin ini memliki dampak negatif atau pun penyebab kematian, kelumpuhan dan sebagainya. Sehingga saat itu masyarakat masih takut divaksin, namun dengan adanya sosialisasi yang cukup intensif dari Puskesmas, masyarakat diharapkan untuk tidak takut divaksin,”katanya menambahkan.

Pos terkait