Dukung Program Pemda, Pemuda Muhammadiyah Malra Gelar Vaksinasi Lintas Agama

  • Whatsapp
Vaksinasi Covid-19 Lintas Agama oleh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Maluku Tenggara (PD PM Malra) di Ohoi Wain Kecamatan Kei Kecil Timur, Rabu (17/11/2021).

Langgur, MalukuPost.com – Dalam rangka upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 dan mendukung program Pemerintah mempercepat target vaksinasi di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Malra (PD PM Malra) menggelar Vaksinasi Lintas Keagamaan.

Kegiatan serbuan vaksinasi yang akan digelar secara merata di setiap kecamatan tersebut dimulai pada hari Rabu (17/11/2021), yang dipusatkan di Perguruan Muhammadiyah Ohoi (Desa) Wain Kecamatan Kei Kecil Timur.

Kepada Malukupost.com di Langgur, Ketua PD PM Malra Rahmat H. Reliubun menyebutkan, kegiatan serbuan vaksinasi massal tersebut digelar sesuai surat instruksi Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Provinsi Maluku bekerja sama dgn Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara, Dinas Kesehatan setempat melalui Puskesmas Rumat Kecamatan Kei Kecil Timur.

“Kagiatan ini kami lakukan berdasarkan surat edaran PP Pemuda Muhamadiyah tentang kegiatan PPKM dan tuntutan Vaksinasi untuk pencegahan Covid-19 serta pelaksanaan 5000 vaksinasi massal khususnya di Provinsi Maluku dan sesuai instruski dari Pimpinan Wilayah Pemuda Muhamadiyah Provinsi Maluku,” katanya.

Reliubun menjelaskan, Pemuda Muhammadiyah sebagai organisasi kemeudaan yang ada di Malra, dengan melihat dari kondisi (sosial kemasyarakatan dan sosial ekonomi) masyarakat di tengah pandemi saat ini maka pihaknya berusaha melakukan kegiatan vaksinasi dimaksud untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Malra.

“Kami juga ingin mendukung program Pemda Malra tentang capaian target vaksinasi yang sedang digalakan oleh Pemda. Kegiatan vaksinasi lintas agama ini juga menggandeng ormas (kelompok masyarakat) baik itu Katolik, Islam, Protestan, Hindu maupun Budha,” terangnya.

Lanjut Reliubun, sebelum kegiatan vaksinasi digelar, pihaknya telah berkoordinasi dan sosialisasi lewat surat pemberitahuan kepada para kepala ohoi/pejabat kepala ohoi, para Imam mesjid dan Pastor di wilayah Kecamatan Kei Kecil Timur.

Reliubun mengakui, pelaksanaan vaksinasi tersebut masih ada keraguan di tengah masyarakat, karena maraknya berita-berita hoaks dan stigma-stigma miring yang berkembang tentang vaksin itu halal atau tidak.

“Padahal Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai organisasi ulamabesar di Indonesia telah mengeluarkan Fatwa secara resmi Nomor 2 Tahun 2021 tentang Tarif Vaksin yang ditetapkan pada 11 Januari 2021 kemarin,” tandasnya.

Reliubun mengungkapkan, pentingnya vaksinasi saat ini akan membantu warga dalam berbagai sisi kehidupan sosial termasuk menjawab tuntutan-tuntutan dari lembaga-lembaga pemerintah (Kementerian) terkait dengan pemberian bantuan kepada masyarakat seperti BLT, Bansos, PKH dimana penerima bantuan wajib memiliki kartu (sertifikat) vaksin.

Selain itu, di jenjang pendidikan misalnya SMA, anak-anak penerima bantuan bea siswa juga harus memiliki kartu vaksin.

“Olehnya itu, kami hadir memberikan terobosan untuk membantu warga terkait dengan tuntutan-tuntutan dimaksud,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, sebanyak 130 warga menerima vaksinasi (vaksin Sinovac) dalam kegiatan tersebut yang terdiri dari 127 orang untuk dosis pertama, dan dosis kedua 3 orang.

Pos terkait