Tual, Malukupost.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tual, mengelar peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di Pantai Kuber Tayando, acara tersebut juga dirangkaikan dengan Jambore Pesisir ke-IV kamis (25/11/2021).
Hadir dalam acara tersebut Walikota Tual Adam Rahayaan, turut hadir Wakil Walikota Tual Usman Tamnge, hadir pula unsur OPD Lingkup Pemkot Tual, Camat Tayando,
Kapolsek, Babinsa, Para Guru SD, SMP, di Daerah setempat, serta para Siswa Siswi peserta Jambore Pesisir IV.
Lewat kesempatan itu Walikota Tual, menyampaikan sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Nadiem Anwar Makarim.
Dikatakan, dengan adanya pandemi, guru dari Sabang sampai Merauke terpukul secara ekonomi, kesehatan dan batin.
Lanjutnya, tetapi pandemi tersebut tidak memadamkan semangat para guru, tapi justru menyalakan obor perubahan. guru-guru se-Indonesia menginginkan perubahan dan kami mendengar,
Guru se-Indonesia menginginkan kesempatan yang adil untuk mencapai kesejahteraan sebagai manusiawi.
Rahayaan lebih lanjut, Guru se-Indonesia menginginkan akses terhadap teknologi dan pelatihan yang relevan dan praktis,
Guru se-Indonesia menginginkan kurikulum sederhana dan bisa mengakomodasi kemampuan serta bakat setiap murid yang berbeda-beda.
Rahayaan lebih lanjut lagi, Guru se-Indonesia menginginkan pemimpin-pemimpin sekolah mereka berpihak kepada murid, bukan pada birokrasi,
Guru se-Indonesia juga ingin kemerdekaan untuk berinovasi tanpa dijajah oleh keseragaman.
“Sejak pertama kali kami cetuskan, sekarang Merdeka Belajar sudah berubah dari sebuah kebijakan menjadi suatu gerakan.
Contohnya, penyederhanaan kurikulum sebagai salah satu kebijakan Merdeka Belajar berhasil melahirkan ribuan inovasi pembelajaran.
Gerakan ini makin kuat karena ujian yang kita hadapi bersama.” ujar Walikota Tual.
Dituturkan, gerakan tersebut tidak bisa dibendung atau diputar balikan, karena gerakan ini hidup dalam setiap insan guru,
Yang punya keberanian, untuk melangkah ke depan menuju satu tujuan utama yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Karena itulah, saya tidak akan menyerah untuk memperjuangkan Merdeka Belajar, demi kehidupan dan masa depan guru se-Indonesia yang lebih baik,
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua guru se-Nusantara atas pengorbanan dan ketangguhannya, Merdeka Belajar ini sekarang milik Anda,” tutur Adam Rahayaan


