Atribut Mahasiswa KKN Unpatti Bukan Urusan Dr Ritiauw

  • Whatsapp

Laporan Rudi Fofid-Ambon

Malukupost.com – Dosen Pendamping Lapangan (DPL) sekaligus Ketua Mata Kuliah, Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon Dr Samuel Ritiauw menjelaskan, pihaknya sama sekali tidak bertanggungjawab atas pengadaan atribut mahasiswa KKN. Sebab itu, ia membantah keluhan mahasiswa KKN Mandiri seakan-akan dirinya paling bertanggungjawab atas atribut tersebut.

Ritiauw kepada Media Berita Maluku Post menjelaskan, keluhan mahasiswa yang dimuat di media ini telah membangun anggapan orang bahwa dirinya telah melakukan penyimpangan pada belanja atribut, padahal urusan atribut bukan tugasnya.

“Tugas saya adalah memikirkan kurikulum. Soal Atribut, itu bukan urusan saya. Berita di media memberi kesan seolah-olah saya sebagai orang yang paling bertanggungjawab terhadap atribut. Sebagai dosen pendamping lapangan dan ketua mata kuliah KKN Unpatti, saya hanya bertanggungjawab untuk implementasi kurikulum di lapangan. Saya bertanggungjawab agar KKN berjalan dengan baik, sampai evaluasi akhir,” papar Ritiauw.

Ritiauw menyatakan, mahasiswa yang mengeluh kepada Maluku Post telah salah alamat, Akibatnya, publik menilai dirinya telah melakukan penyimpangan dana, padahal sesuai tugas pokok dan fungsi, dirinya tidak punya urusan soal atribut.

Sebagaimana diberitakan media ini, sejumlah mahasiswa KKN Mandiri mempersoalkan atribut berupa kaos dan topi yang belum mereka terima. Mereka mengutip percakapan di Grup WA dan menjelaskan kepada wartawan tentang komunikasi dengan Ritiauw soal atribut. Sebab itu, Ritiauw memberi klarifikasi supaya nama baiknya tidak tercemar oleh berita media ini. (Malukupost)

Pos terkait