Belum Terima Atribut KKN Unpatti, Mahasiswa Desak Rektor Turun Tangan

  • Whatsapp

Malukupost.com – Atribut berupa kaos dan topi untuk lebih 100 mahasiswa Universitas Pattimura yang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XLVIII Gelombang I belum diterima. Padahal, tinggal dua minggu lagi, KKN berakhir. Mahasiswa mendesak Rektor Prof M. J. Sapteno MH turun tangan.

Sejumlah mahasiswa KKN beberapa kali menanyakan kepastian atribut tersebut kepada pelaksana KKN sekaligus sebagai Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Dr Samuel Ritiauw MPd.

“Selamat malam DPL dan teman-teman semuanya. Apakah ada info untuk yang KKN Mandiri mengambil atribut?” Tanya mahasiswa bernama FRL di grup WA KKN Mandiri 2 2021.

“Pasukan … tenang saja di geladak ya … Selama pa belum kasi info santai saja ok,” tulis Ritiauw dalam grup WA tersebut, tanggal 13 Oktober 2021.

Pada 18 Oktober lalu, Ritiauw menjelaskan bahwa dirinya sedang mengurus KKN Tematik, jadi tunggu saja sampai pertemuan hari Rabu, 20 Oktober. Nyatanya, saat pertemuan tersebut, tidak ada penjelasan mengenai atribut.

Jumlah mahasiswa KKN yang belum terima atribut diperkirakan lebih 100 orang. Mereka adalah mahasiswa KKN Mandiri dan KKN Tematik. KKN Mandiri sebanyak 94 orang, semuanya belum menerima atribut. Bila ditambahkan dengan mahasiswa KKN Tematik yang juga belum menerima atribut, dipastikan jumlah totalnya melebih 100 orang.

“Kami sudah membayar Rp750 ribu per mahasiswa. Kaos dan topi itu dibiayai dari uang tersebut. Sekarang KKN sudah mau berakhir, sedangkan atribut belum kami terima,” kata seorang mahasiswa kepada media ini.

Pelaksana KKN Dr Samuel Ritiauw melalui grup WA pada 13 Oktober lalu, masih memberikan penjelasan bahwa semua informasi akan disampaikan kepada para mahasiswa.

“Semua info akan saya sampaikan ke group ini. Mohon menunggu,” tulis Ritiauw lagi dalam grup WA.

Mahasiswa pun tidak bertanya lagi. Mereka terus menunggu hingga KKN sudah mau berakhir.

“Kalau tidak ada kejelasan soal atribut, kami pertanyakan pengelolaan dana Rp750 ribu per mahasiswa. Bagaimana dana itu dikelola, bagaimana pengadaan atribut? Kami minta rektor turun tangan mengatasi masalah ini. Jika tidak diselesaikan, kami minta penegak hukum atau pemeriksa keuangan turun memeriksa pengelolaan dana KKN di Unpatti,” ujar seorang mahasiswa KKN. (Malukupost)

Pos terkait