Langgur, MalukuPost.com – Bupati Maluku Tenggara (Malra) M. Thaher Hanubun mengatakan, tuntutan terhadap pendidikan tinggi adalah bagaimana mahasiswa dapat merubah pola belajar teoritis menjadi pola belajar praktis yang nantinya akan siap menghadapi tuntutan rill globalisasi lebih khusus tuntutan transformasi digital dalam berbagai aspek kehidupan.
Hal tersebut disampaikannya pada Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana Angkatan XVI dan XVII Sekolah Tinggi Ilmu-Ilmu Sosial (STIS) Mutiara Tual di Langgur, Selasa (30/11/2021).
“Kepada para wisudawan-wisudawati, saya berpesan bahwa wisuda bukan akhir dari perjuangan tapi ini adalah adalah awal dari perjuangan para wisudawan STIS Mutiara,” ujarnya.
Lanjut Bupati, ditengah perkembangan zaman saat ini angka sarjana semakin meningkat per tahun dan itu tidak berbanding lurus dengan lapangan pekerja yang ada yang mengakibatkan angka pengangguran pun semakin tinggi.
“Berdasarkan kajian LIPI dan Bank Dunia, banyak pengangguran karena kurangnya tenaga ahli yang spesifik pada pada bidang yang dibutuhkan. Kemampuan kita sudah diatas rata-rata tapi IQ soal pengoperasian software kita masih minim, dibawah standar,” bebernya.
Diakuinya, saat ini banyak tenaga ahli dari luar.
“Karena tenaga-tenaga ahli di dalam semakin sedikit. Dan Kemampuan kita khususnya dalam mengelola software sangat sedikit,” terangnya.
Untuk itu, sangat dibutuhkan ketrampilan dalam mengelola komputer, karena faktanya bahwa banyak tenaga kerja yang tidak menguasainya.
“Kemarin saya mengusulkan ke Kementerian Dalam Negeri untuk Maluku Tenggara sebanyak 300 orang tapi kenyataan bahwa yang lulus hanya 26 orang. ini membuktikan bahwa tingkat IQ kita soal pengoperasian komputer maupun penguasaan materi sangat minim,” jelasnya.
Kepada lembaga pendidikan khususnya STIS Mutiara, Bupati mengaku sangat bersyukur karena telah menciptakan banyak sarjana yang tersebar di berbagai tempat, baik itu instansi pemerintahan, politik (beberapa angota DPRD Malra) maupun wiraswasta.
Saat ini telah muncul perkembangan yang lebih canggih lagi dari industri 4.0 yaitu 5.0 dimana manusia diajarkan untuk mengintegrasikan antara dunia maya dan dunia nyata. Industri 5.0 menawarkan banyak peluang, membuka banyak lapangan pekerjaan yang baru.
“Karena itu tuntutan untuk menguasai komputer, mengelola software sangat penting di zaman ini,” tandasnya.


