Resmi Dilantik, Pengurus PMI Kepulauan Tanimbar Diminta Tanggap Dengan Kebutuhan Daerah

Saumlaki, MalukuPost.com – Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) di kabupaten Kepulauan Tanimbar akhirnya resmi dilantik oleh Ketua PMI Maluku, Jhon Ruhulesin di gedung kesenian Saumlaki, Senin (13/12/2021).

Jhon Ruhulesin menyatakan, pembentukan PMI Kabupaten Kepulauan Tanimbar sudah direncanakan dan baru saja dikukuhkan kepengurusannya berdasarkan inisiatif Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon.

“Kehadiran PMI Kabupaten Kepulauan Tanimbar saat ini bersamaan dengan bencana multiwajah yaitu adanya pandemi Covid-19 dan menghadapi perubahan iklim. Oleh karena itu PMI sebagai organisasi kemanusiaan, bertanggung jawab dan terpanggil untuk menopang pemerintah dan menolong masyarakat sesuai dengan kebutuhan di daerah,” ujarnya.

Dia mencontohkan beberapa kegiatan PMI di Ambon yang bisa dilaksanakan oleh PMI Kabupaten Kepulauan Tanimbar adalah melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah tempat umum seperti di sekolah-sekolah, rumah ibadah dan lain sebagainya. Selain penyemprotan dan vaksinasi, mereka juga lakukan pemakaman jenazah pasien covid dengan sukarela.

“PMI harus bertindak cepat dan resposnif dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Ini menjadi tanggung jawab PMI. Salah satu mandat yang dipercayakan oleh pemerintah adalah donor darah. Kebutuhan darah saat ini sangat urgent,” kata Jhon.

Salah satu kekuatan yang bisa memungkinkan PMI beroperasi dengan maksimal adalah adanya perekrutan relawan PMI. Untuk itu, dia mendorong PMI Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk membentuk PMI PMR dan KSR di sekolah-sekolah, serta perekrutan tenaga sukarela di sejumlah perguruan tinggi.

“Relawan adalah kekuatan inti dari PMI. Hanya dengan begitu, PMI bisa maju dan lebih tersosialisasi kepada masyarakat,” tegasnya.

Mantan ketua Sinode GPM ini menyebutkan bahwa setelah pengurus PMI Kepulauan Tanimbar dilantik, mereka berencana mengembangkan peran kepengurusan dengan baik melalui peningkatan kapasitas pengurus dan penegasan komitmen, karena PMI bukan organisasi profit melainkan organisasi kemanusiaan.

Jhon Ruhulesin meminta kepada fungsionaris PMI Kepulauan Tanimbar untuk bekerja dengan berpedoman pada sejumlah prinsip PMI seperti komitmen pada kemanusiaan, netral, kemandirian, kesatuan dalam menjaga keutuhan NKRI, dan sebagainya.

Selain itu, dia juga menegaskan bahwa fungsi dan peranan PMI telah ditetapkan secara konstitusi melalui UU nomor 1 tahun 2018 dan PP nomor 7 tahun 2019 tentang kepalang merahan. Oleh karena itu, dukungan penuh dari pemerintah daerah kabupaten Kepulauan Tanimbar sangat dibutuhkan.

PMI provinsi Maluku menetapkan Joice Penturi Fatlolon sebagai ketua PMI Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan sejumlah personalia dari berbagai kalangan dalam periodisasi kepengurusan 2021-2026.

Joice Penturi Fatlolon yang adalah istri Bupati Kepulauan Tanimbar ini menyatakan komitmennya untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai ketua PMI dan akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan semua stakeholder di kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk menyukseskan program PMI.

Joice Penturi Fatlolon

Menurutnya, PMI terus dituntut untuk berada di garis terdepan dibidang penanganan bencana, pengelolaan darah dan ikut serta dalam menangani tugas kemanusiaan lainnya.

“Kami tidak bisa kerja sendiri tetapi butuh kerjasama sinergitas dengan pemerintah daerah kabupaten Kepulauan Tanimbar, Forkopimda, tokoh agama, tokoh perempuan dan semua stakeholder dalam menjalankan visi dan misi kemanusiaan ini,” kata Joice.

Joice menyatakan, dalam hari yang sama, mereka juga menggelar kegiatan vaksinasi bagi masyarakat di kota Saumlaki dan sekitarnya, sebagai wujud nyata PMI di Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon menyatakan, tugas kemanusiaan PMI sangat dibutuhkan oleh pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Oleh karena itu maka pemerintah daerah kabupaten Kepulauan Tanimbar memberikan dukungan bagi organisasi kemanusiaan ini.

“Karena itu, saya telah menyampaikan kepada Kesbangpol untuk kita memberikan anggaran secara rutin mulai dari tahun 2022 dan seterusnya sesuai dengan kebutuhan PMI. Susunlah program kerja yang menyentuh kepada masyarakat. Memang saat ini kita ketahui di RSUD Magretti pada saat-saat tertentu masih membutuhkan darah. Karena itu membutuhkan peran strategis dari PMI,” kata Bupati.

Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon

Bupati memuji personalia kepengurusan PMI kabupaten Kepulauan Tanimbar yang terdiri dari sejumlah elemen seperti dari unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan lain sebagainya.

“Saya yakin, kita semua akan mengabdi untuk negeri ini. Rakyat Tanimbar membutuhkan bantuan dari kita. Oleh karena itu, persiapan-persiapan harus dilakukan. Saya minta, agar sekretariat sudah dibenahi. Bila ada fasilitas yang masih kurang, siapkan perencanaan dengan baik dan pemerintah daerah kabupaten Kepulauan Tanimbar akan mempersiapkan fasilitas yang berhubungan dengan kerja-kerja PMI,” katanya.

Selanjutnya, bupati meminta semua pihak untuk tanggap terhadap kebutuhan masyarakat. Dibeberapa tempat ada bencana banjir seperti di daerah lain. Dan PMI tidak pernah terlambat dalam penanganannya.

Bupati berharap PMI di Tanimbar selalu tanggap dan waspada terhadap kondisi darurat yang bersifat kemanusiaan.

Pos terkait