Ambon, MalukuPost.com – Sebuah speed Boat berpenumpang 13 orang tenggelam di antara Perairan Pulau Baam dan Pulau Teor, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
“Dari 13 penumpang, lima orang dinyatakan selamat, sementara delapan orang masih dinyatakan hilang,”ungkap Kepala Kepala Basarnas Ambon, Mustari, di Ambon, kamis (24/03/2022).
Dijelaskan Mustari, peristiwa kecelakaan itu berawal saat Speed boot berangkat dari Desa tanah Baru, Kecamatan Kesuy Watubela menuju Kecamatan Teor pada 23 maret pukul 14.15 WIT, pada saat Speed boat dalam perjalanan antara pulau Baam dan Pulau Teor tiba-tiba gelombang besar menghantam samping speed boot seketika terbalik dan tenggelam sekitar pukul 16.00 WIT.
“Peristiwa ini kemudian dilaporkan oleh Sayuti pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten SBT pada pukul 16.00 WIT,”ungkapnya.
Menurut Mustari, setelah menerima informasi itu, pihaknya langsung mengerahkan Tim Rescue Pos SAR Tual dan KN SAR Bharata guna melaksanakan Ops SAR pada koordinat duga 4° 40′ 7.38″ S – 131° 44′ 37.39” E, Jarak -+ 89,59 Nm, dan Heading 314,51° Arah Barat Laut dari Pos SAR Tual.
“Dalam pelaksanaan operasi SAR, Angin Barat – Barat Laut mencapai 5 – 25 Knots, dan tinggi gelombang 1,25 – 2,5 meter,”ucapnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, lima orang yang selamat masing-masing Indah Adhayati Rumakway (Camat Teor), Idrus Retob (Satpol PP), Gusti Pattikupang dan Abdullah Kilkoda (Pegawai Bappeda),
Sementara delapan orang belum ditemukan, Rinto (pegawai inspektorat), Ibrahim Kilwow (Pegawai inspektorat), Ismail Hatala (Pegawai Inspektorat), Jafar Rumah Tiga (Pengemudi Longboat), Saidah Keliobas, Hairudin (3), Samsia Rumodar, dan Fajrin (Pegawai Bappeda).


