Ambon, MalukuPost.com – Pesawat ATR 42-300 PK-YRE milik Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kota Tual dikerahkan untuk mencari delapan korban hilang musibah speed boat tenggelam di perairan Pulau Baam dan Pulau Teon Kabupaten Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
“Pesawat telah lepas pagi tadi dari Bandara Sadsuitubun Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara untuk melakukan pemantauan dari udara selama dua jam pada lokasi kejadian,”ujar Kepala Basarnas Ambon, Jumat (25/03/2022).
Dikatakan, dalam memperluas perncarian area pada SAR hari kedua, juga dikerahkan KP PAUS PSDKP Tual yang akan bergerak menuju LKK guna melaksanakan searching pada koordinat 4° 57′ 18″ S – 132° 9′ 30″ E.
Ditempat berbeda, KN SAR Abimanyu juga telah bertolak dari dermaga LIPI Ambon menuju Pulau Teon guna melaksanakan Ops SAR pada koordinat 4° 36′ 44″ S – 131° 42′ 47” E.
“Tim yang terlibat dalam Ops SAR sebanyak 48 orang terdiri dari Tim Rescue Pos SAR Tual 3 orang, ABK KN SAR Abimanyu 12 orang, PSDKP Tual 4 orang, ABK KP Paus PSDKP Tual 16 orang, Crew Pesawat ATR 42.300 PK-YRE PSDKP Tual 7 orang, TNI AU 1 orang dan masyarakat 5 orang,”tuturnya
Delapan korban belum ditemukan, yaitu Rinto (Pegawai Inspektorat SBT), Ismail Hatala (Pegawai Inspektorat SBT), Ibrahim Kilwouw (Staf Inspektorat SBT), Fajrin (Staf Bappeda SBT), Jafar Rumatiga (Masyarakat), Saida Keliobas (Masyarakat), Hairudin (Anak Umur 3 Tahun) dan, Samsia rumodar (masyarakat).
Sementara lima Korban selamat, Indah Adhayati Rumakway (Camat Teor), Idrus Retob (Masyarakat), Gusti Pattikupang (Staf Bappeda SBT), Uya Kilkoda (Staf BAppeda SBT) dan, Husein Keliobas (Masyarakat).


