Ambon, MalukuPost.com – Sebanyak 50 peserta berasal dari Kota Ambon, Tulehu, Batu Merah, Waihaong, Tial, Wakal, Seith dan juga daru Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) terdaftar dalam pelaksanaan Maluku Festival Ramadhan (MAFERA) 1443 Hijriyah/ 2022 masehi.
Penyelenggaraan MAFERA yang akan berlangsung hingga Senin, (24/04/2022) itu, melibatkan 40 UMKM dari berbagai daerah di provinsi Maluku yang akan menjajakan kuliner unggulan dari daerahnya masing-masing.
Berdasarkan pantauan media ini, kegiatan MAFERA dengan tema “Mempererat ukhuwah, membangun Negeri” itu dibuka oleh GUbernur Maluku MUrad Imail yang ditandai dengan pemuikulan rebana, didampingi Wakil Gubernur Barnabas Natanhiel Orno, Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury, Plt. Ka.Kanwil Kemenag Promal. H. Yamin.
Ketua DPW Lembaga Seni Qasidah (LASQI) Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Maluku Murad Ismail beserta jajarannya di lingkup pemerintah daerah dan panitia penyelenggara serta pihak yang berpartisipasi dalam pelaksanaan festival.
“Saya berharap, kegiatan MAFERA tahun ini dapat dijadikan momentum dalam menjaga serta melestarikan tradisi lokal Panggilan/Senandung Sahur, yang dilakukan dengan menyanyikan lagu-lagu religi, diselingi pantun yang diiringi alat musik,”ujarnya.
Dijelaskan Widya, kegiatan MAPERA itu tidak hanya diikuti oleh kaum muslimin saja, namun juga diikuti masyarakat dari agama yang lain. Hal itu menunjukkan adanya peradaban antara umat beragama di Provinsi Maluku sebagai aktualisasi hidup orang basudara.
“Kegiatan ini dapat terselenggara atas kolaborasi antara pemerintah provinsi, Lasqi, Kanwil Agama, TP-PKK, Beta Kreatif, Majelis Taklim Nur Asia, Dekranasda, Yayasan Ulil Amri, HIPMI Maluku, PT. Bank Maluku-Maluku Utara dan media massa,” ungkapnya.
Widya menambahkan, MAFERA merupakan hal positif yang perlu disambut baik karena untuk membangun Maluku, perlu adanya bersinergi. Dalam menyemarakan kegiatan, festival diisi dengan kegiatan Tausiah Kreatif Talk show yang melibatkan para milenial serta bazar atau pasar malam, dalam mendorong usaha kuliner masyarakat dan UMKM lainnya untuk terus berkembang.
“Harapan saya, semoga kegiatan ini dapat dijadikan agenda tahunan dalam memberikan kontribusi, guna mempererat persatuan antara orang bersaudara di Maluku,”imbuhnya.


