Kadis Kominfo Maluku Menilai Insiden Namlea Terjadi Secara Spontan

Renwarin: Lawan Politik Ingin Jatuhkan Kredibilitas Gubernur Murad

Ambon, MalukuPost.com – Video Gubernur Maluku Murad Ismail yang mengajak pendemo untuk berkelahi (baku pukul) saat menghadiri kegiatan di pelabuhan merah putih, Namlea, Kabupaten Buru beberapa hari kemarin, kini viral di media sosial (medsos).

Pada kolom komentar berbagai platform medsos yang telah ditonton puluhan ribu orang, kebanyakan memberikan kecaman terhadap sikap Gubernur yang dinilai arogan.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Provinsi Maluku, Titus Renwarin menilai sikap Gubernur terhadap pendemo terjadi secara spontan.

“Memang benar ada reaksi atau sikap Gubernur terhadap pendemo. Reaksi ini muncul secara spontan dari pak Gubernur Maluku, terhadap mereka yang menriaki namanya. Beliau latar belakang Brimob, kita tahu Brimob posisinya sama dengan kopasus kalau di tentara, kalau diundang pasti dilawan,”ungkapnya di Ambon, senin (11/07/2022).

Dijelaskan Renwarin, bagi orang-orang yang dekat atau mengenal Gubernur secara mendalam, tentu ucapan beliau dianggap biasa. Namun perlu diketahui, saat ini telah memasuki tahun politik, tentu momentum itu dipakai oleh lawan politik untuk menjatuhkan kredibilitas beliau.

“Bagi mereka yang mengenal pak Murad, mereka anggap biasa. Tapi bagi mereka yang diluar “lawan politik” pasti bereaksi dan memviralkannya. Karena ini menjadi titik lemah Gubernur Maluku,”bebernya.

Renwarin menegaskan, terlepas hal tersebut atas nama Pemerintah Daerah Maluku, dirinya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Buru, dan secara luas Maluku.

“Secara pribadi kita punya kelemahan, dan mungkin kelemahan pak Gubernur ada disitu. Artinya jangan sampai melihat ini sebagai titik lemah gubernur, mengabaikan tujuan baik Gubernur hadir dengan berbagai bantuan untuk mengembangkan Buru yang lebih maju,”tandasnya.

Renwarin menambahkan, terhadap insiden pengambilan paksa kamera salah satu wartawan TV oleh ajudan Gubernur, menurutnya segala sesuatu yang sifatnya mengancam pasti ajudannya mengantisipasi.

“Saya pikir ini reaksi dari seorang ajudan, mau mengamankan pejabat yang dikawal. Tapi atas nama Pemda Maluku saya mohon maaf kepada insan Pers atas peristiwa ini,”pungkasnya.

Pos terkait