Paripurna DPRD Kota Tual Ricuh, Sejumlah Aset Parlemen Rusak

Paripurna Pembahasan LPJ Pelaksanaan APBD Kota Tual Tahun 2021 yang berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Tual, Kamis (7/7/2022) berakhir ricuh.

Tual, MalukuPost.com – Rapat Paripurna dalam rangka Pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pelaksanaan APBD Kota Tual Tahun 2021 yang berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Tual, Kamis (7/7/2022) berakhir ricuh.

Paripurna LPJ tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD setempat Hassan Syarifuddin Borut dan dihadiri oleh Sekda Kota Tual selaku Ketua Tim Anggaran Pemkot.

Pantauan MalukuPost.com, kericuhan terjadi setelah Ketua dan Anggota Fraksi Indonesia Maju menyatakan sikap menolak dilanjutkannya paripurna tersebut.

Aksi penolakanpun berujung pada pengrusakan fasilitas-fasilitas yang ada dalam ruang sidang tersebut.

Sejumlah seperti microphone dan meja menjadi sasaran amukan ketua dan anggota Fraksi Indonesia Maju.

Aksi penolakan dan pengrusakan itu bukanlah tanpa alasan.

Ketua Fraksi Indonesia Maju, Rahman Rettob mengatakan, aksi banting meja ini dilakukan karena dinilai Ketua DPRD tidak mengakomodir kepentingan Fraksi Indonesia Maju.

”Berangkat dari pembentukan fraksi, tadi itu secara spontanitas kami masuk lalu buat gerakan-gerakan itu. Karena ketua DPRD mengambil sebuah keputusan seakan-akan bukan sebagai ketua DPRD tapi bersikap sebagai ketua partai PKS,” ungkap Rettob.

Menurutnya, dalam pembentukan Komisi sebagai perpanjangan tangan dari Fraksi belum ada pemilihan atau kesepakatan.

“Ketua DPRD Kota Tual terkesan memaksakan untuk memenuhi forum,” tandasnya.

”Jadi, tadi pembahasan LPJ itukan adalah Banggar, sementara dalam tata tertib itu Badan anggaran itukan 10 orang anggota DPRD termasuk pimpinan dan perwakilan fraksi dan komisi,” kata Rettob menambahkan.

Akibat kekecewaan terhadap sikap Ketua DPRD, Fraksi Indonesia Maju menilai bahwa paripurna pembahasan LPJ APBD ini tidak sah secara hukum, sehingga melakukan penolakan yang berujung pada aksi pengrusakan microphone dan meja rapat yang berada dalam ruangan rapaat tersebut.

Sampai berita ini siar, Ketua DPRD Kota Tual belum berhasil dihubungi karena nomor telepon genggamnya tidak aktif.

Pos terkait