Tiba Di Lokasi Konflik, Pangdam Dan Kapolda Maluku Temui Warga

Langgur, MalukuPost.com – Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Ruruh Aris Setyawibawa dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Irjen Pol Lotharia Latif bertemu dan bertatap muka dengan warga dan pemerintah ohoi yang bertikai, Selasa (26/7/2022).

Diketahui, warga dua ohoi (desa) yang bertikai yakni Ohoiren dan Ohoidertutu, Kecamatan Kei Kecil Barat.

Hadir dalam pertemuan itu diantaranya Danrem, Dandim 1503 Malra, Kapolres Malra, Sekda setempat dan juga Pastor Paroki Ohoidertutu, Erik Mara, Pr.

Tatap muka Pangdam dan Kapolda bersama warga dua ohoi yang bertikai tersebut dilakukan secara terpisah.

Pejabat kepala Ohoi Ohoiren Anderias Hanoatubun didampingi perangkatnya dan tokoh masyarakat hadir saat pertemuan di Mapolsek Kei Kecil Barat.

Sementara kepala ohoi Ohoidertutu Jems Teniwut didampingi perangkat dan beberapa tokoh ohoi juga turut hadir dan menyampaikan masukan dan saran kepada Pangdam dan Kapolda yang dipusatkan di depan rumah Kepala Ohoi setempat.

Pertemuan secara terpisah itu dilaksanakan agar semua keluhan dan masukkan warga masing-masing ohoi dapat disampaikan secara terbuka dan terinci.

Sejumlah keluhan dan  masukan tersebut ditanggapi oleh Kapolda, Pangdam, dan Sekda.

Pada kesempatan itu warga kedua ohoi sama-sama ingin menempuh jalur perdamaian secara adat dan dilakukan sesegera mungkin.

Permintaan warga kedua ohoi tersebut bukanlah tanpa alasan yakni agar semua aktivitas masyarakat kembali normal.

Selain itu, warga juga meminta Pemda agar dapat membantu mengatasi rumah warga yang rusak (terbakar) akibat konflik.

Pangdam Pattimura dan Kapolda Maluku menyambut baik niat untuk berdamai dari kedua ohoi.

Mereka meminta agar warga berhenti bertikai karena tidak ada manfaat sedikitpun. Yang ada hanyalah kerugian dan kesengsaraan.

Mereka juga mengajak warga untuk saling bahu-membahu membangun ohoi.

Menurut mereka, dua ohoi ini memiliki potensi alam dan pantai yang luar biasa.

Sementara itu, Sekda Malra Ahmad Yani Rahawarin turut menyampaikan tanggapan.

Rahawarin menegaskan, khusus untuk Ohoiren, pemerintah daerah akan membantu menanggulangi kerugian yang dialami.

Ia langsung memerintahkan Kepala Kesbangpol untuk segera berkoordinasi dengan pimpinan kedua ohoi dalam mempersiapkan penyelesaian secara adat.

“Saya memberi waktu satu minggu kepada Kepala Kesbangpol untuk berkoordinasi, agar konflik ini bisa dapat diselesaikan secepatnya,” tegas Rahawarin.

Untuk diketahui, proses tatap muka dan mediasi berjalan aman dan lancar.

Pos terkait