Langgur, MalukuPost.com – Bidan sebagai salah satu tenaga kesehatan strategis yang memiliki tugas dan fungsi memberikan pelayanan kebidanan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Kesehatan yang dimaksud khususnya tentang reproduksi perempuan dan tumbuh kembang bayi & balita.
Hal tersebut disampaikan Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Koreyna Y. Darakay, pada pelantikan Pengurus Cabang dan Ranting IBI Malra Periode 2018-2023, sekaligus Pembukaan Pelatihan Midwifry Update (MU) Bagi Bidan Di Malra, Senin (29/8/2022).
Dijelaskannya, banyak ahli telah membuktikan bahwa meningkatkan status kesehatan ibu dan anak dalam mempersiapkan generasi yang berkualitas dimulai sejak dini, yaitu sejak sebelum hamil atau bahkan dimulai dari remaja sesuai dengan siklus reproduksi perempuan.
Pengawasan kesehatan ibu sebelum hamil sangat menentukan kualitas anak yang akan dilahirkan.
Saat ini IBI telah memiliki 34 pengurus daerah (tingkat propinsi), 514 pengurus cabang (tingkat kabupaten/kota) dan 4984 pengurus ranting (tingkat kecamatan/unit pelayanan/pendidikan).
Sebagai organisasi profesi, IBI bekerjasama dengan kementerian dan lembaga terkait penanganan Covid-19, telah membentuk tim mitigasi Covid-19 di setiap jenjang kepengurusan, mulai dari tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
Berbagai upaya telah dilakukan pengurus IBI disemua tingkat kepengurusan dalam merespon dengan memberikan berbagai dukungan.
Pandemi Covid-19 di Indonesia masih belum usai sampai saat ini, walaupun dalam beberapa waktu terakhir ini sudah menunjukkan pengendalian yang semakin baik, yang diperlihatkan dengan penurunan kasus Covid-19, kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan kesehatan ibu dan anak, dan dengan semakin tingginya cakupan vaksinasi Covid-19.
Dijelaskannya, pada era pandemi ini, bidan tetap memberikan pelayanan kebidanan melalui pendekatan pelayanan yang berfokus pada perempuan, bayi dan balita dengan prinsip pelayanan terlindungi dan melindungi dari virus Covid-19.
Hal tesersebut berdampak pula dalam penurunan cakupan-cakupan imunisasi yang cukup signifikan akibat pandemi covid-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020.
Darakay ungkapkan, di Indonesia mengalami penurunan cakupan imunisasi dasar dari 93,7% di tahun 2019, menjadi 77,3% di tahun 2021.
Jumlah anak yang tidak mendapat imunisasi sejak tahun 2017-2021 sebesar 1.862.342. Sementara jumlah anak yang tidak mendapat imunisasi di tahun 2021 sebesar 962.258 (51,67%).
“Imunisasi menjadi kontributor yang cukup besar dalam peningkatan human development index, terkait dengan salah satu komponennya yaitu angka umur harapan hidup,karena dapat menghindari kematian yang tidak diinginkan,” beber Darakay.
Untuk diketahui, kegiatan pelantikan pengurus IBI Malra sekaligus peringatan HUT IBI ke-71 tersebut digelar dibawah sorotan tema Perjalanan Panjang Profesi Bidan Mewujudkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Maju.
Darakay menegaskan, momen peringatan ini jauh lebih dari sekadar pencapaian organisasi.
Menurutnya, ini tentang mengeksplorasi kemajuan kolektif dan individu kita dan mengakui seberapa jauh kita telah banyak yang melangkah.
“Semakin banyak perempuan dapat mengakses pelayanan berkelanjutan dari bidan, dalam 100 tahun terakhir telah terlihat pencapaian paling pentingdari profesi kita,” tandasnya.
Darakay mengingatkan, bukti global secara tegas menunjukkan peningkatan investasi pada bidan dan kebidanan telah menghasilkan keluarga yang lebih sehat, lebih bahagia dan masyarakat di setiap sudut dunia. sebagai tenaga kerja global dan sebagai bidan individu dan organisasi bidan.
Bidan harus terus maju dan memobilisasi bukti ini akan lebih untuk memastikan 100 tahun ke depan monumental lagi bagi bidan, perempuan, bayi baru lahir,dan semua orang.
Bidan membela hak, martabat, dan kesehatan perempuan dan bayi baru lahir dimanapun.
“Saya berharap seluruh bidan dan pendukung profesi bidan di Malra mana akan melihat tonggak sejarah ini sebagai kesempatan untuk merayakan dan mempromosikan pekerjaan dan pengabdian bidan yang menyelamatkan jiwa serta meningkatkan kehidupan,” pungkasnya.


