Bupati Gonga Temui Presdir Lion Air Terkait Tingginya Harga Tiket Pesawat, Ini Penjelasannya

Kalorbobir: Rute Baru Dobo Langgur Diupayakan Penerbangan Perintis Sam Air

Dobo, MalukuPost.com – Tingginya harga tiket pesawat Wing Air rute Ambon – Dobo PP menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, dalam hal ini Bupati Johan Gonga yang langsung mengambil langkah-langkah untuk mengetahui penyebab dan mencari solusinya.

Kabag Humas dan Protokol Kabupaten Kepulauan Aru, Erens P. M. Kalorbobir mengatakan beberapa hal yang dilakukan Bupati Johan Gonga yakni dengan menyurati dan bertemu langsung dengan Direktorat Angkutan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan juga melakukan pertemuan dengan Presiden Direktur (Presdir) Lion Air Grup, Rudi Lumingkewas menyampaikan langsung keluhan atas tingginya harga tiket.

“Dalam pertemuan dengan Presdir Lion Air Group yang membawahi Wings Air, Bapak Bupati menyampaikan terkait tingginya harga tiket yang mencapai Rp2,6 juta – Rp3 juta rupiah, bahkan ketidakpastian keberangkatan yang ditandai dengan cancel flight secara sepihak dari wings air, Bapak Bupati sampai meminta rute baru dobo-langgur pp,” ungkapnya di Dobo, Minggu (07/08/2022).

Dijelaskan Kalorbobir , dalam pertemuan tersebut Presdir Lion air katakan tingginya harga tiket disebabkan akibat naiknya harga avtur, juga disebabkan naiknya komponen pembentuk harga tiket, seperti fuelcharge 20%, airport tax, PPN, dll, termasuk jam Operasional bandara yang hanya sampai jam 5 sore, menyebabkan jam operasional penerbangan 1 pesawat ATR hanya 5 jam per hari, padahal bisa lebih, dan itu membebani biaya operasional maskapai. Disamping itu, biaya airport tax juga naik signifikan, dan dibebankan pada penumpang, bahkan adanya pembebanan/pendoublean PPN untuk beberapa objek. Untuk harga avtur yang tertinggi se-indonesia ada di saumlaki.

“Di beberapa rute, lion air group sudah menutup pelayanan akibat adanya protes dari Pemda setempat, dan lion air tidak mampu untuk menutup cost yang keluar akibat tingginya biaya operasional akibat tidak dibarengi dengan jumlah penumpang yang tidak signifikan. Dalam Keputusan Menhub tentang Tarif Batas Atas (TBA) untuk rute AMQ-Dobo senilai Rp1.985.000, ini adalah besaran basic fare / harga dasar, diluar komponen airport tax, fuel Surecharge, dan lain-lain,” ungkapnya.

Kalorbobir katakan, menurut penjelasan Presdir Lion Air yg didampingi Area Manager Wings Air Bandara Pattimura Ambon, bila harga tiket senilai Rp2.566.100, masih belum melampaui TBA, rincian (basif fare Rp. 1.985.000 + fuel charge, airport tax dll 581.100), dan hal ini dibenarkan oleh Pihak Kementerian perhubungan c.q. Direktorat Angkutan Udara. Menyikapi kondisi ini, disepakati penerbangan tidak setiap hari, tapi 4-5 kali seminggu (day 1,3,5,7), yang diharapkan akan menaikan Load penumpang sehingga dapat menutupi cost penerbangan yang tinggi serta adanya kepastian keberangkatan.

“Terkait rute baru dobo-langgur pp, pihak wings air tidak bisa memenuhi permintaan ini karena: Tidak adanya pesawat, dan costnya tinggi pada penerbangan yang hanya 30 menit saat take off dan landing untuk pesawat ATR dobo-langgur,” imbuhnya..

Diungkapkan Kalorbobir, pada 4 agustus Bapak Bupati Johan Gonga bertemu Direktorat Angkutan Udara Kemenhub dan diperoleh penjelaskan yang sama dengan apa yang disampaikan Presdir Lion Air Grup bahwa tingginya harga tiket disebabkan disamping akibat naiknya harga avtur, juga disebabkan naiknya komponen pembentuk harga tiket, seperti surecharge 20%, airport tax, PPN, fuel.  dll), disamping pendapatan dari jumlah pax yang total full seat, dan harga avtur dari Rp14 ribu naik menjadi Rp20 ribu.

“Terkait penerbangan baru rute dobo-langgur, akan diupayakan menggunakan penerbangan perintis yakni dengan maskapai sam air,” pungkasnya.

Pos terkait